Harga Daging Ayam Melonjak, Begini Kata Mendag dan Ketum Gopan Soal Penyebabnya TempoBisnis
TEMPO.CO, Jakarta - Kenaikan harga daging ayam belakangan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan para peternak. Terdapat beberapa faktor yang disorot oleh pengamat dan pemerintah yang menjadi penyebab mahalnya daging ayam saat ini.Menurut Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional , Herry Darmawan, salah satu faktor penyebab kenaikan harga daging ayam terletak pada sisi hulu, yakni terjadinya kenaikan harga pakan ayam.
690 per kilogram, yang mengalami sedikit penurunan setelah sebelumnya melebihi angka Rp 40 ribu per kilogram. Herry menambahkan bahwa fenomena kenaikan harga daging ayam saat ini diprediksi sebagai titik keseimbangan baru atau menuju harga baru setelah peternak ayam mengalami kerugian selama tiga tahun terakhir. Dia menyatakan bahwa ini bukanlah kenaikan harga, melainkan harga yang baru.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Peternak Ungkap Penyebab Harga Daging Ayam MeroketGabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) mengungkapkan penyebab kenaikan harga ayam.
Baca lebih lajut »
Update Harga Bahan Pangan Hari Ini, Harga Telur Ayam Mulai TurunPuncak perayaan Idul Adha sudah lewat. Sejumlah harga pahan pangan mulai berangsur turun, salah satunya harga telur ayam
Baca lebih lajut »
2 Jurus Pemkab Sumenep Dipimpin Cak Fauzi Capai Deflasi Terdalam Se-RIPemerintah Kabupaten Sumenep di bawah kendali Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo mampu menekan gejolak harga-harga komoditas.
Baca lebih lajut »
Wuling Air ev Buatan RI Dijual Murah di Thailand, Ini PenyebabnyaHarga Wuling Air ev buatan Indonesia justru dijual dengan harga lebih murah di Thailand.
Baca lebih lajut »
Turunkan Harga Gas Elpiji, Ini Penjelasan PertaminaUntuk penentuan harga elpiji nonsubsidi, PT Pertamina (Persero) secara berkala melakukan evaluasi harga pasar berdasarkan harga internasional. PT Pertamina (Persero)...
Baca lebih lajut »