Harga biji melinjo di Provinsi Lampung pada pertengahan musim melinjo mengalami penurunan.\r\n\r\n"Harga biji melinjo untuk bahan pembuatan emping sekarang ...
Stok melinjo milik salah seorang penerima hasil bumi, di Teluk Betung, Bandar Lampung, Selasa .
Bandarlampung - Harga biji melinjo di Provinsi Lampung pada pertengahan musim melinjo mengalami penurunan. Menurutnya, musim melinjo dalam satu tahun berlangsung dua kali dan di pertengahan akan berlangsung musim melinjo akan tetapi tidak terlalu banyak. "Buah melinjo sayur yang belum dikupas biasanya Rp4.000 per kilogram beda jauh dengan biji melinjo yang tua dan sudah dikupas," katanya.Menurutnya, perbedaan harga biji melinjo dan melinjo sayur terjadi karena melinjo sayur lebih mudah ditemukan dari pada biji melinjo tua bahan utama produksi emping.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Harga minyak kembali turun, perpanjang kerugian besar pekan laluHarga minyak turun di perdagangan Asia pada Senin pagi, memperpanjang kerugian besar pekan lalu, karena para pedagang khawatir perlambatan ekonomi global akan ...
Baca lebih lajut »
Harga Minyak di Pasar Asia Kembali TurunPerlambatan ekonomi global membebani pertumbuhan permintaan minyak masa depan.
Baca lebih lajut »
Minat Beli LCGC Turun, Penyebabnya Disebut Bukan Harga MahalPada tahun ini penjualan produk Low Cost Green Car (LCGC) terekam menurun dari tahun sebelumnya, pemegang merek mengatakan hal itu wajar.
Baca lebih lajut »
Harga Batu Bara Terus Turun, PNBP Terancam tak Capai TargetHingga 30 September 2019, realisasi PNBP mineral batu bara mencapai Rp 29,74 triliun.
Baca lebih lajut »
Harga emas kembali turun, tertekan penguatan dolarHarga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange kembali turun pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah pada akhir pekan lalu ...
Baca lebih lajut »
Harga Gabah Mulai Naik SiginifikanDi tingkat penggilingan, harga gabah sudah mencapai Rp 5.000 per kilogram.
Baca lebih lajut »