Bapanas yakin stok beras aman, namun akui harga beras masih dalam tren naik. Apa pemicunya?
Jakarta, CNBC Indonesia
Hal itu disampaikan Deputi bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2023, Senin, 4 September 2023."Dari data survei akhir tahun 2022, maka diperoleh stok beras carry over ke tahun 2023 sebanyak 4 jutaan ton. Dari data tersebut 51% di rumah tangga produsen, 10% di rumah tangga konsumen, 13% di pedagang, 15% di penggilingan, 4% horeka dan industri, serta 7% di Perum Bulog," jelas Ketut.
Jika kebutuhan Januari-Oktober 2023 sebanyak 25,44 juta ton, maka stok akhir bulan Oktober 2023 diprediksi bisa mencapai 8,584 juta ton. Yang diproyeksikan tidak akan tersebar penuh ke pasar. "Untuk mengendalikan harga beras, Bapanas memastikan cadangan beras pemerintah di Bulog aman untuk melaksanakan bantuan pangan, carry over 1,2 juta ton ke tahun 2024. Kami juga terus melaksanakan gerakan pangan murah dan sudah menyurati kabupaten/ kota dam provinsi untuk memaksimalkan pengendalian harga di wilayah masing-masing," kata Ketut.Ketut mengatakan, percepatan bantuan pangan berupa beras 10 kg juga jadi strategi yang diharapkan bisa menekan laju kenaikan harga beras saat ini.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Biang Kerok Harga Beras Naik Gila-gilaan TerkuakBadan Pusat Statistik (BPS) buka-bukaan soal penyebab harga beras naik gila-gilaan. Apa penyebabnya?
Baca lebih lajut »
Inflasi di Jawa Tengah Dipicu Kenaikan Harga BerasKenaikan harga beras menjadi pemicu inflasi hingga 0,003% di Jawa Tengah pada Agustus.
Baca lebih lajut »