Harga BBM Terus Ditahan Bikin Subsidi Bengkak, Pengamat: Bisa Jebol!

Indonesia Berita Berita

Harga BBM Terus Ditahan Bikin Subsidi Bengkak, Pengamat: Bisa Jebol!
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 detikfinance
  • ⏱ Reading Time:
  • 83 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 37%
  • Publisher: 63%

Sri Mulyani memprediksi belanja negara bisa capai hingga Rp 3.169,1 triliun, melambung jauh dari target awal APBN.

Kenaikan paling tinggi terjadi pada anggaran belanja kompensasi BBM dan listrik. Sampai akhir tahun, Sri Mulyani mengatakan, terkait biaya kompensasi energi pemerintah akan mengeluarkan anggaran hingga Rp 293 triliun. Padahal, pada awal tahun anggaran belanja kompensasi pada APBN hanya mencapai Rp 18,5 triliun.

"Subsidi melonjak hingga Rp 284 triliun. Kemudian kompensasi sangat tinggi, meningkat menjadi Rp 293 triliun dari yang tadinya hanya Rp 18 triliun," jelas Sri Mulyani. Menanggapi hal tersebut Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan menyampaikan, hal ini disebabkan oleh subsidi energi yang selama ini dirasa kurang tepat sasaran. Inilah yang menyebabkan keuangan negara terbebani. Salah satunya subsidi BBM.Mamit menambahkan, dengan kondisi seperti sekarang ini, diprediksikan jumlah subsidi akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kuotanya. Oleh sebab itu, RI sendiri harus mengupayakan reformasi pola subsidi, dari subsidi barang ke subsidi manusia.

"Hal ini menyebabkan keuangan negara terbebani. Berapapun kuotanya dari Pemerintah, kadang-kadang bisa jebol juga. Sama seperti tahun ini sudah lebih dari 50% kalau tidak salah penjualannya. Memang perlu ada pembatasan, seperti yang sekarang sedang diupayakan oleh Pemerintah dan Pertamina," ujar Mamit kepadaTidak hanya itu, Mamit juga menyampaikan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi beban kompensasi ialah dengan menaikkan tarif dasar listrik per 1 Juli ini untuk golongan 3.

"Saya juga mengapresiasi langkah pemerintah. Pemerintah memberikan effort yang sangat tinggi dengan memberikan subsidi dana kompensasi yang begitu besar. Di tengah negara-negara lain menjual BBM dengan sangat tinggi," tutupnya.Dengan kondisi berat bagi keuangan negara seperti sekarang ini, tambah Mamit, perlu usaha yang ekstra. Masyarakat juga harus paham, bahwa BBM maupun listrik yang bersubsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

detikfinance /  🏆 18. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Sri Mulyani Akui Subsidi BBM Hingga LPG Rp 520 T Dinikmati Orang KayaSri Mulyani Akui Subsidi BBM Hingga LPG Rp 520 T Dinikmati Orang KayaAnggaran subsidi energi naik menjadi Rp 520 triliun dari sebelumnya Rp 443 triliun. Namun subsidi energi ini tidak tepat sasaran karena dinikmati orang mampu.
Baca lebih lajut »

Sri Mulyani: Defisit APBN 2021 Capai Rp775 Triliun, Utang Rp871 TriliunSri Mulyani: Defisit APBN 2021 Capai Rp775 Triliun, Utang Rp871 TriliunSri Mulyani melaporkan terkait Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2021 yang mencerminkan terkait belanja, utang hingga pendapatan negara dalam postur APBN....
Baca lebih lajut »

Sri Mulyani: Defisit APBN 2021 Rp775 Triliun, SILPA Rp96,6 TriliunSri Mulyani: Defisit APBN 2021 Rp775 Triliun, SILPA Rp96,6 TriliunRealisasi defisit APBN sebesar 4,57 persen dari PDB ini,, disebut Sri jauh lebih kecil dari target yang dianggarkan untuk tahun 2021.
Baca lebih lajut »

Harga BBM RI Murah, Sri Mulyani Was-was Bocor ke Luar NegeriHarga BBM RI Murah, Sri Mulyani Was-was Bocor ke Luar NegeriMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan rendahnya harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia memberikan risiko kebocoran
Baca lebih lajut »

Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Tahun Ini Tumbuh 4,9-5,4%Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Tahun Ini Tumbuh 4,9-5,4%Meningkatnya konsumsi dan investasi serta ekspor yang masih kuat diperkirakan dapat menopang pertumbuhan ekonomi tahun 2022 pada kisaran 4,9% sampai 5,4%.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 09:53:38