Harga Acuan Batu Bara Oktober Terkoreksi 1,5% ke USD64,80 per Ton

Indonesia Berita Berita

Harga Acuan Batu Bara Oktober Terkoreksi 1,5% ke USD64,80 per Ton
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 SINDOnews
  • ⏱ Reading Time:
  • 45 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 21%
  • Publisher: 51%

Kebijakan China menggenjot produksi di dalam negeri serta dampak perang dagang dengan Amerika Serikat menyebabkan harga...

- Pemerintah menetapkan Harga Batu Bara Acuan pada Oktober 2019 sebesar USD64,80 per ton atau turun 1,5% dibandingkan September lalu sebesar USD65,79 per ton. Penetapan HBA tersebut berdasarkan harga batu bara di pasar global yang terus melemah.

"HBA Oktober ditetapkan sebesar USD64,80 per ton karena harga terus turun,” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, di Jakarta, Selasa . Menurut dia, penetapan HBA merujuk pada index pasar internasional. Terdapat 4 index yang dipakai Kementerian ESDM yakni Indonesia Coal Index , New Castle Global Coal , New Castle Export Index , dan Platts59. Adapun bobot masing-masing index sebesar 25% dalam formula HBA. Bila dibandingkan pada Agustus 2019 lalu HBA sebesar USD72,67 per ton maka terkoreksi hingga 10% dibandingkan HBA Oktober 2019.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia , Hendra Sinadia beranggapan perlambatan ekonomi global dan kelebihan pasokan batu bara sebagai penyebab terkoreksinya HBA. Namun pihaknya optimistis akan ada perbaikan harga, mengingat kebutuhan batu bara masih menjadi sumber energi bagi pasar Asia Timur.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

SINDOnews /  🏆 40. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Harga Batu Bara Terus Turun, PNBP Terancam tak Capai TargetHarga Batu Bara Terus Turun, PNBP Terancam tak Capai TargetHingga 30 September 2019, realisasi PNBP mineral batu bara mencapai Rp 29,74 triliun.
Baca lebih lajut »

PPP Sebut Survei LSI Soal Perppu KPK Tak Bisa Jadi AcuanPPP Sebut Survei LSI Soal Perppu KPK Tak Bisa Jadi AcuanKetua Fraksi PPP menyatakan Perppu KPK merupakan opsi terakhir dari semua pilihan yang ada untuk membatalkan atau mengubah kembali UU KPK yang telah direvisi.
Baca lebih lajut »

Kisaran Harga Tiket Pesawat Paling Murah hingga Paling Mahal dari Labuan BajoKisaran Harga Tiket Pesawat Paling Murah hingga Paling Mahal dari Labuan BajoBiar tidak ragu saat ingin beli tiket pesawat liburan ke Pulau Komodo, simak kisaran tarif batas atas dan batas bawah maskapai yang melayani.
Baca lebih lajut »

[POPULER MONEY] Bisnis Bemodal Kecil dengan Untung Gede | Viral Harga Rokok Naik[POPULER MONEY] Bisnis Bemodal Kecil dengan Untung Gede | Viral Harga Rokok NaikArtikel mengenai bisnis dengan modal kecil tetapi untungnya gede dan viral harga rokok naik menjadi berita populer pada akhir pekan kemarin.
Baca lebih lajut »

Agar Terhindar Jadi Korban 'Getok Harga' saat WisataAgar Terhindar Jadi Korban 'Getok Harga' saat WisataJangan langsung lapar mata saat masuk ke restoran di destinasi wisata, karena bisa saja Anda menjadi korban getok harga alias penipuan.
Baca lebih lajut »

Lawan Blitar Bandung United, Pelatih Sriwijaya FC: Poin Penuh Harga MatiPelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi optimistis bisa meraih poin penuh saat bersua Blitar Bandung United (BBU) dalam laga lanjutan Liga 2 2019 di Stadion Jakabaring Palembang, pada 7 Oktober nanti. SriwijayaFCvsBlitarBandungUnited
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-03 21:40:35