Gunung Sinabung erupsi pertama di masa pandemi.
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah timur.
Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi lebih kurang 1 jam 44 detik. Saat ini Gunung Sinabung berada pada Status Level III dengan rekomendasi masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi. Selain itu, warga atau pengunjung juga dilarang berada di lokasi dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak terhadap kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.
Selain itu, masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Gunung Sinabung Erupsi, Hujan Abu Terjadi di Karo SumutGunung Sinabung erupsi lagi. Hujan abu vulkanik pun terjadi di wilayah Karo, Sumatera Utara (Sumut). GunungSinabung Erupsi
Baca lebih lajut »
Gunung Sinabung Erupsi LagiGunung Sinabung di Sumatera Utara erupsi lagi. Warga diminta tak melakukan aktivitas di wilayah radius 5 Km dari Gunung Sinabung. Erupsi GunungSinabung
Baca lebih lajut »
Gunung Sinabung Kembali Bergejolak, Awas Erupsi SusulanGunung Sinabung yang berstatus siaga level III, Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali erupsi dengan ketinggian kolom letusan...
Baca lebih lajut »
Erupsi Lagi, Gunung Sinabung Berstatus SiagaGunung Sinabung di Sumatera Utara (Sumut) erupsi lagi. Gunung Sinabung saat ini berstatus siaga. Erupsi GunungSinabung
Baca lebih lajut »
Disnaker Gunung Kidul Menunggu Lanjutan Kartu Prakerja |Republika OnlineDisnaker Gunung Kidul catat 1.801 warganya ikut gelombang pertama
Baca lebih lajut »