Gunung Swedia menyusut dua meter dalam setahun saat gletser mencair.
Puncak selatan gunung Kebnekaise Swedia kehilangan empat meter salju pada Juli 2018 dan bukan lagi puncak tertinggi negara itu. - Gunung es Swedia menyusut dua meter dalam setahun saat gletser mencair. Para peneliti mengatakan perubahan iklim mendorong pencairan gletser, yang telah membuat puncak Kebnekaise kehilangan ketinggian lebih dari 20 meter sejak pertengahan 1990-an.
Pada tahun 2019, puncak selatan massif Kebnekaise diturunkan ke peringkat kedua di peringkat pegunungan Swedia setelah sepertiga gletsernya mencair. Puncak utara Kebnekaise, tempat lokasi tanpa gletser, sekarang menjadi yang tertinggi di negara Nordik. Dikatakan perubahan tersebut mencerminkan pemanasan iklim Swedia yang berlangsung lama, mengutip laporan panel iklim PBB baru-baru ini yang mengatakan pemanasan global telah menyebabkan pencairan gletser yang tak tertandingi dan hampir lepas kendali.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Festival Seks Swedia Jadi Klaster Covid-19, 100 Orang TerinfeksiPolisi pun menyelidiki apakah panitia berbuat ceroboh yang menyebabkan ratusan orang terinfeksi Covid-19.
Baca lebih lajut »
Aktivitas Gunung Lokon Meningkat, PVMBG: Jangan Beraktivitas dalam Radius 1,5 KmAktivitas Gunung Lokon Meningkat, PVMBG: Jangan Beraktivitas dalam Radius 1,5 Km TempoTekno
Baca lebih lajut »
Menkes, Panglima dan Kapolri Tinjau Vaksinasi Gunung Kidul |Republika OnlineVaksinasi di Gunung Kidul menargetkan 2.000 warga termasuk remaja dapat vaksin
Baca lebih lajut »
Kronologis IFP Dilarang Mendaki Gunung Sindoro Selama 5 Tahun, Awalnya Diduga Pura-pura Sakit - Tribunnews.comIFP dianggap melanggar sejumlah peraturan basecamp. Ia dianggap berperilaku tidak sopan, baik kepada pengelola maupun sesama pendaki.
Baca lebih lajut »
Gunung Kidul Segera Vaksin Masyarakat Umum dengan Moderna |Republika OnlineDinkes Gunung Kidul sudah mendapat 3.000 dosis vaksin Covid-19 merek Moderna
Baca lebih lajut »