Pengamat politik SMRC Sirojuddin Abbas menyebut tidak ada istilah dinasti politik dari isu naiknya putra Presiden Jokowi Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres.
Jakarta, Beritasatu.com
“Sebab di dalam politik dinasti, pasti tidak ada pemilu. Jika ada pemilu, maka pasti tidak ada dinasti,” kata Sirojuddin kepada Beritasatu.com, Minggu . “Jika pun gugatan PSI lolos di MK, yang bisa menggunakan itu kan tidak hanya Gibran. Siapa pun bisa,” ujarnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Gibran Raih 1 Juta Followers di Twitter, Jadi Pindah ke Threads?Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meraih 1 juta pengikut atau followers di Twitter.
Baca lebih lajut »
Pengamat Sebut Sindiran Anas Bisa Jadi Gangguan Serius untuk Demokrat |Republika OnlinePengamat sebut sindiran Anas Urbaningrum bisa menjadi gangguan serius untuk Demokrat.
Baca lebih lajut »
Yang Bikin Alejandro Garnacho Diisukan Pindah ke Al NassrPemain muda Manchester United, Alejandro Garnacho sekarang sedang viral di media sosial. Itu karena dia kedapatan mengenakan jersey Al Nassr dengan nama Cristiano Ronaldo
Baca lebih lajut »
Bacaleg DPR Partai Gerindra: Gibran Politikus Ingusan, tapi Kerjanya Sat-setBacaleg DPR dari Partai Gerindra Adik Sasongko menyebut Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memang politikus ingusan tapi kerjanya sat-set das-des.
Baca lebih lajut »
Pengamat MotoGP: Rins Akan Gabung Yamaha di 2024Pengamat top MotoGP Carlo Pernat menyebut, Alex Rins sudah sepakat untuk pindah ke Yamaha pada musim depan. Ini berarti Franco Morbidelli akan hengkang.
Baca lebih lajut »
Pengamat Jelaskan Mengapa Dinamika Koalisi Pilpres 2024 Masih Sarat Ketidakpastian |Republika OnlineKoalisi akan terbelah menjadi dua kubu, pro perubahan dan pro keberlanjutan.
Baca lebih lajut »