Seorang pejabat senior di Gibraltar membantah laporan bahwa sebuah kapal tanker Iran yang disita di dekat wilayah perairan Inggris telah siap dibebaskan. Pejabat itu mengatakan laporan kantor berita
Seorang pejabat senior di Gibraltar membantah laporan bahwa sebuah kapal tanker Iran yang disita di dekat wilayah perairan Inggris telah siap dibebaskan.
Pejabat itu mengatakan laporan kantor berita semi-resmi Iran "Fars" bahwa tanker Grace 1 akan meninggalkan Gibraltar pada Selasa malam “tidak benar.” Ia berbicara dengan syarat anonim, sesuai dengan peraturan pemerintah. Tanker itu disita bulan lalu dalam sebuah operasi Angkatan Laut Inggris di Gibraltar, di ujung selatan Spanyol. Kapal itu dicurigai melanggar sanksi-sanksi Uni Eropa mengenai pengiriman minyak ke Suriah, dan penyitaannya memperdalam ketegangan internasional di Teluk Persia.Mahkamah Agung Gibraltar dijadwalkan mengadakan sidang dengar keterangan kasus itu hari Kamis.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sumber Gibraltar bantah laporan Iran soal pembebasan tankerSumber pemerintah Gibraltar pada Selasa membantah laporan Kantor Berita Iran yang menyebutkan bahwa tanker minyak milik Iran, Grace 1, akan meninggalkan ...
Baca lebih lajut »
Iran Sebut Inggris Segera Bebaskan Kapal TankerIran dan Inggris bertukar dokumen.
Baca lebih lajut »
Perempuan Iran Melawan Larangan Tonton Sepak Bola di StadionPerjuangan perempuan Iran untuk menyaksikan sepak bola yang dimainkan para pria masih menemui jalan buntu di era modernisasi.
Baca lebih lajut »
Minta Bebaskan Kapal Tankernya, Iran Dekati InggrisIran menyebut penahanan kapal tanker sebagai aksi pembajakan, dan bersumpah tidak akan membiarkan penyadapan.
Baca lebih lajut »
Iran Klaim Kapal Tanker Miliknya yang Ditahan Inggris Segera DibebaskanNamun klaim Iran itu dibantah pemerintah wilayah Mediterania Inggris di Gibraltar, di mana kapal tanker Grace-1 ditahan.
Baca lebih lajut »
AS Desak Inggris Tegas terhadap Iran dan TiongkokKetika Inggris bersiap meninggalkan Uni Eropa (Brexit) pada 31 Oktober, banyak diplomat berharap Inggris semakin mendekat dengan AS.
Baca lebih lajut »