Gerakan Cinta Indonesia mengutuk keras aksi penusukan yang dilakukan kepada pejabat negara yakni Menkopolhukam Wiranto.
Jakarta, Beritasatu.com - Gerakan Cinta Indonesia mengutuk keras aksi penusukan yang dilakukan kepada pejabat negara yakni Menkopolhukam Wiranto. Aksi ini merupakan salah satu bentuk teror terhadap pejabat negara serta rakyat Indonesia.
"Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas siapa aktor-aktor intelektual di belakang semua proses-proses penikaman terhadap Menkopulhukam yang merupakan pejabat negara.
"Karena keselamatan Presiden dan wakil presiden harus diatas segala-galanya sebab Presiden dan Wakil Presiden merupakan Lambang Negara RI yang wajib dijaga," kata Hendrik.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Warga Pandeglang kecam penusukan terhadap Menkopolhukam WirantoWarga Pandeglang mengecam penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto setelah meresmikan salah satu gedung Universitas Mathla&39;ul Anwar, Kamis.\r\n\r\n"Kami ...
Baca lebih lajut »
Warga Sebut Pelaku Penusukan Wiranto Masih MudaWarga yang menyaksikan penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto memperkirakan dua pelaku berusian 30-an dan 20-an.
Baca lebih lajut »
Detik-Detik Wiranto Ditusuk, Dalam Waktu Singkat, Berkali-kaliPolisi telah menangkap dua orang yang merupakan pasutri usai penusukan terhadap Wiranto. Wirantoditusuk
Baca lebih lajut »
Baru 2 Bulan di Banten, Pelaku Penusukan Wiranto Ternyata Suami IstriFitri Andriana (21) dan Syahril Alamasyah (31) pelaku penyerangan dan penusukan terhadap Menko Polhukam, Wiranto merupakan...
Baca lebih lajut »
Penusuk Wiranto Ternyata Korban Penggusuran Proyek Tol MedanSyahril Alamsyah (31), pelaku penusukan terhadap Wiranto ternyata korban penggusuran proyek kebanggaan Presiden Jokowi Wirantoditusuk
Baca lebih lajut »
Ketua MPR Kecam Keras Penusukan WirantoMenurut Bamsoet, walaupun kejadian tersebut berdekatan dengan waktu pelantikan Presiden-Wakil Presiden 2019-2024, namun tak perlu didramatisasi berlebihan.
Baca lebih lajut »