Pemerintah dinilai gagal mewujudkan swasembada pangan di Tanah Air
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Gerbang Tani, Idham Irsyad mengatakan, tugas pemerintah sebenarnya adalah menjaga dan menguatkan ketahanan, serta mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan nasional.
Dia mengatakan, salah satu prinsip dari kedaulatan pangan adalah pangan itu diproduksi oleh rumah tangga petani sendiri. Namun, menurut dia, kenyataannya produksi pangan di Indonesia saat ini justru banyak ditopang oleh impor pangan. Menurut dia, ada keterlibatan investor, dan bahkan mungkin sebagian kebijakan telah dikontrol oleh kartel dan mafia pangan.
Menurut Badan Pusat Statistik petani, menurut dia, gurem didefinisikan sebagai rumah tangga pertanian yang mengusahakan lahan pertanian kurang dari 0,5 hektaer. Kebanyakan petani golongan ini rata rata hanya memiliki lahan 0,2 hektare. Selain itu, Idham juga menyoroti program Food Estate yang merupakan program strategis nasional 2020-2024. Menurut dia, Food Estate sampai saat ini terbengkalai dan tidak jelas untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Menurut dia, beberapa indikator yang menujukkan bahwa food estate gagal sebagai program lumbungan pangan nasional. Antara lain, produktivitas lahan-lahan Food Estate yang sangat kurang, keterlibatan petani semakin hari semakin berkurang, produksi yang tersentral sangat rentan dari sisi suplay dan distribusi di tempat lain.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Deretan Konglomerat Pemilik Bisnis Air Minum dalam Kemasan di Tanah AirBisnis air minum dalam kemasan banyak digeluti oleh sejumlah konglomerat tanah air, berikut daftarnya.
Baca lebih lajut »
Menimbang Untung & Rugi Tahan Dolar Eksportir di Tanah AirWacana mengembalikan kontrol devisa ini mencuat ke permukaan belakangan ini.
Baca lebih lajut »
IVES 2023, Ajang Pertemuan Akbar Event Organizer di Tanah AirIVES yang bertemakan 'Connecting adapting to elevate' ini akandiselenggarakan secara hybrid selama dua hari pada 16-17 Februari 2023 di Jakarta.
Baca lebih lajut »
Sebagian Kota Besar Tanah Air Hujan Ringan pada Jumat 6 Januari 2023Sebagian wilayah di Tanah Air berpeluang akan turun hujan ringan pada Jumat (8/1/2023) siang.
Baca lebih lajut »