Gencatan Senjata 'Gatot'! Putin Kirim Serangan Maut-600 Tewas

Indonesia Berita Berita

Gencatan Senjata 'Gatot'! Putin Kirim Serangan Maut-600 Tewas
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 cnbcindonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 62 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 28%
  • Publisher: 74%

Gencatan senjata sementara antara Rusia dan Ukraina sepertinya 'gatot' alias gagal total. Rusia mengirim serangan rudal di Kramatorsk dan mengklaim 600 tewas.

Meski demikian dalam laporan sejumlah media Barat lain, serangan rudal Rusia di kota tersebut dilaporkan meleset dari sasarannya. Bahkan, tidak ada tanda-tanda korban yang jelas, menurut penuturan seorang wartawan yang meliputnya.

Tidak ada asrama di timur kota Kramatorsk yang terkena dampak langsung atau rusak parah. Tidak ada tanda-tanda yang jelas bahwa ada tentara pernah tinggal di sana, termasuk tanda-tanda mayat atau jejak darah. Juru bicara militer Ukraina, untuk wilayah timur, Serhiy Cherevatyi, menggambarkan klaim korban massal sebagai upaya kementerian pertahanan Rusia untuk menunjukkan bahwa pihaknya telah menanggapi serangan Ukraina terhadap tentara Rusia belum lama ini."Ini adalah operasi informasi dari kementerian pertahanan Rusia," kata Cherevatyi kepada penyiar UkrainaSerangan Moskow ke Ukraina kini mendekati tanda satu tahun.

Cuaca musim dingin yang buruk telah menghambat pertempuran di garis depan."Meskipun hawa dingin yang membekukan dan mengeraskan tanah dapat membuka jalan bagi kedua belah pihak untuk melancarkan serangan dengan alat berat," kata gubernur wilayah Luhansk Ukraina, Serhiy Haidai. Ada juga kekhawatiran yang berkembang bahwa Belarus, sekutu dekat Kremlin, dapat digunakan sebagai pos persiapan untuk menyerang Ukraina dari utara. Pemikiran ini muncul setelah aktivitas militer termasuk rencana latihan penerbangan bersama di negara itu dan pemindahan baru pasukan Rusia ke sana.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

cnbcindonesia /  🏆 7. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Gencatan Senjata, Rusia-Ukraina Sama-Sama Klaim Masih Diserang - JawaPos.comGencatan Senjata, Rusia-Ukraina Sama-Sama Klaim Masih Diserang - JawaPos.comSeharusnya ada gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina untuk menghormati perayaan Natal kalangan Kristen Ortodoks yang jatuh hari ini (7/1).
Baca lebih lajut »

Pasukan Rusia dan Ukraina Saling Balas Tembakan meski Putin Serukan Gencatan SenjataPasukan Rusia dan Ukraina Saling Balas Tembakan meski Putin Serukan Gencatan Senjata“Gencatan senjata apa? Bisakah kamu mendengar?” kata seorang tentara Ukraina di garis depan saat sebuah ledakan terdengar di kejauhan.
Baca lebih lajut »

Saat Putin Perintahkan Gencatan Senjata, tapi Tentara Rusia Tetap Lakukan Penembakan di UkrainaSaat Putin Perintahkan Gencatan Senjata, tapi Tentara Rusia Tetap Lakukan Penembakan di UkrainaMeski Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan gencatan senjata, namun sejumlah tentara Rusia dilaporkan tetap melakukan penembakan di Ukraina.
Baca lebih lajut »

Ketika Tanggal Natal Halangi Gencatan Senjata | Republika IDKetika Tanggal Natal Halangi Gencatan Senjata | Republika IDPendeta menyampaikan khotbah di Katedral Ortodoks Transfigurasi Yesus di sela pemadaman listrik akibat serangan Rusia di Kiev, Ukraina, Sabtu, (3/12/2022). katedralortodoks kiev ukraina
Baca lebih lajut »

Rusia Masih Gempur Ukraina Meski Putin Umumkan Gencatan SenjataRusia Masih Gempur Ukraina Meski Putin Umumkan Gencatan SenjataSenjata artileri menggempur kota-kota di Ukraina timur meskipun Presiden Rusia Vladimir Putin secara sepihak memerintahkan gencatan senjata selama 36 jam.
Baca lebih lajut »

Diplomat Uni Eropa: Gencatan Senjata Rusia di Ukraina Tidak KredibelDiplomat Uni Eropa: Gencatan Senjata Rusia di Ukraina Tidak KredibelPutin secara sepihak memerintahkan pasukannya berhenti menyerang selama 36 jam, tapi baku tembak artileri masih terjadi di kota-kota Ukraina timur.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 21:58:10