Gebyar UMKM ini jadi sarana untuk saling bertukar informasi, menjalin kemitraan dan kerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas usaha dan pengembangan inovasi.
Melalui event ini, diharapkan para pelaku usaha dapat mengoptimalkan pemasaran berbagai produk yang dimilikinya sehingga dapat membawa UMKM"Event ini bisa dimanfaatkan untuk saling bertukar informasi, menjalin kemitraan, dan kerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas usaha dan pengembangan inovasi sehingga UMKM lokal dapat naik kelas," ujar Hartopo.Menurutnya, Gebyar UMKM Expo Kudus merupakan sebuah langkah untuk mendukung keberadaan UMKM di Kabupaten Kudus dengan beragam potensinya.
Atas upaya yang dilakukan untuk mendukung UMKM lokal, Pemerintah Kabupaten Kudus mendapatkan angin segar. Pasalnya, Bank Jateng akan memberikan dana CSR-nya sebesar 1 miliar rupiah sebagai bentuk stimulus terhadap para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Kudus. Hartopo berharap, dengan recovery UMKM yang telah mencapai 90 persen di Kabupaten Kudus, UMKM dapat terus tumbuh sehingga mampu menopangDengan demikian, diharap laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kudus di tahun 2024 mendatang dapat tumbuh mencapai 3,5 persen.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Rini Kartika Hadi Ahmawati menyebut, kegiatan Gebyar UMKM Expo Kudus akan diselenggarakan selama 3 hari, mulai tanggal 15-17 September di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus dengan menghadirkan peserta dari 9 Kecamatan dengan menampilkan produk unggulan UMKM yang dimiliki.