Seluruh kru kabin Garuda Indonesia akan memakai face shield sebagai pengganti masker.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maskapai Garuda Indonesia berencana menyiapkan tes cepat untuk mendeteksi Covid-19 penumpang yang akan melakukan penerbangan. Rapid test ini dinilai cukup sebagai syarat calon penumpang untuk melakukan penerbangan karena biayanya lebih murah daripada tes Polymerase Chain Reaction .
Menurut Irfan, tes PCR harganya lebih mahal daripada tiket pesawat itu sendiri. “Ke depan kita pastikan mereka naik pesawat sehat, menurut kami rapid test cukup, berapa biayanya. Saya nggak mengeluh, tapi jangan sampai biaya untuk sehat lebih mahal dari biaya terbang,” katanya. Perubahan lainnya, yaitu tidak ada lagi majalahdalam pesawat dan akan ditransformasikan dalam video inflight entertainment. “Kita hilangkan majalah-majalah, biasanya Anda lihat foto saya di halaman petama hari ini hilang, kita pikirkan itu masuk dalam tv. Penumpang masuk sudah siapkan safety kit, masker, dan lainnya. Kita pikirkan yang pas enggak mahal-mahal amat tapi menarik,” katanya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Garuda: Tes Covid Jangan Lebih Mahal dari Biaya Terbang |Republika OnlineHal itu agar tidak terlalu memberatkan penumpang.
Baca lebih lajut »
Dirut Garuda: 135 Pilot Garuda Bukan Di-PHK, tapi Dipercepat Masa Kontrak KerjanyaDirektur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra membantah telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap para pilotnya.
Baca lebih lajut »
Garuda Indonesia Tunggu Dana Talangan Pemerintah – Bebas AksesGaruda Indonesia menanti dana pinjaman dari pemerintah yang bisa mencapai Rp 8,5 triliun untuk lanjutkan bisnis maskapai di era normal baru. Dana talangan dijanjikan tidak akan dipakai untuk membayar utang sukuk.
Baca lebih lajut »
Ketika 181 Pilot Garuda Indonesia Dikirim Surat PHK saat Tengah Malam, Selanjutnya 700 Pilot - Warta KotaMenurut Ketua Asosiasi Pilot Garuda (APG), Capt Bintang Muzaini, ada sekitar 181 pilot Garuda Indonesia yang terkena PHK per tanggal 1 Juni 2020.
Baca lebih lajut »
Dirut Garuda Indonesia: Percepatan Penyelesaian Kontrak Pekerja Bukan PHKGaruda Indonesia selalu mencari jalan keluar atas permasalahan tenaga kerja sebelum memutuskan untuk melakukan PHK di tengah pandemi Corona.
Baca lebih lajut »
Surat PHK Dikirim Tengah Malam, 181 Pilot Kontrak Garuda Indonesia Kehilangan Pekerjaan - Tribunnews.comPara pilot Garuda yang dipecat lewat program PHK terutama ditujukan kepada yang berstatus karyawan kontrak.
Baca lebih lajut »