Bakal capres 2024 Ganjar Pranowo mengungkapkan isi pesan yang dibisikan Presiden Jokowi kepadanya.
jpnn.com, JAKARTA - Bakal capres 2024 Ganjar Pranowo mengaku telah dibisiki Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada saat Rakernas IV PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat .
"Iya tadi beliau bisik-bisik ke saya. Pada saat mendengarkan pidato Bu Megawati sangat serius. Beliau kemudian colek saya," kata Ganjar. Bahkan, setelah dia menyampaikan pidato politik serta ide dan gagasan soal kedaulatan pangan, Presiden Jokowi dengan sigap meminta Ganjar menyiapkan rencana dengan optimal.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Relawan 'Projo Ganjar' Deklarasi Dukung Ganjar, Klaim Direstui JokowiKelompok relawan Projo Ganjar mendeklarasikan dukungan terhadap bacapres Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
Baca lebih lajut »
Kubu Budi Arie Komentari Deklarasi Dukung Ganjar: Itu Projo PalsuOrganisasi relawan Jokowi, Projo merespons acara deklarasi 'Projo Ganjar' yang menyatakan dukungan terhadap bacapres Ganjar Pranowo.
Baca lebih lajut »
Klaim Direstui Jokowi Dukung Ganjar, Projo Ganjar: Inilah Projo yang SesungguhnyaKetua Umum Projo Ganjar Haposan Situmorang mengatakan pihaknya sudah bersurat kepada Presiden Jokowi mengenai deklarasi tersebut.
Baca lebih lajut »
Pidato di Harapan Jokowi, Ganjar Ungkap Kebanggan Menjadi Kader PDIPGanjar Pranowo mengaku bangga sebagai kader PDIP karena selalu memikirkan nasib rakyat dalam setiap kegiatan.
Baca lebih lajut »
Relawan Projo Ganjar Resmi Deklarasikan Dukungan Kepada Ganjar PranowoKelompok relawan Pro-Jokowi Ganjar, atau yang dikenal sebagai Projo Ganjar, secara resmi mendeklarasikan dukungannya terhadap Bakal Calon Presiden (Bacapres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo.
Baca lebih lajut »
Timses Berubah Nama Jadi TPN-Ganjar Presiden, Arsjad: Tim Pemenangan Ganjar Diumumkan Pekan Depan"Sekarang ini sudah lebur semuanya, sudah menjadi satu sekarang. Kita nggak bicara partai-partai yang kita bicara lagi kayak di perusahaan (kerja sama)," kata Arsjad.
Baca lebih lajut »