Gubernur Jateng tidak menoleransi calon siswa manipulasi data PPDB
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan tidak menoleransi calon siswa yang terbukti memanipulasi data berdasarkan hasil validasi dan verifikasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru 2020 tingkat SMA/SMK. Baca Juga "Di SMA tadi ada, agak mirip sih, SKD ditemukan ternyata meskipun tidak terlalu banyak.
"Nah tadi yang prestasi perlu ada klarifikasi beberapa angka rapor, kecil-kecil sih. Terus yang afirmasi ya beberapa surat keterangan ditemukan tetapi tidak terlalu banyak," ujarnya. Orang nomor satu di Jateng itu juga berpesan kepada para guru untuk memperhatikan protokol kesehatan bagi anak-anak dan wali murid yang datang langsung untuk verifikasi PPDB."Maka kita minta bapak-ibu guru semua bisa mengklarifikasi dengan baik. Kemarin banyak kegamangan, waktunya cukup tidak ya, bisa gak ya, ruwet gak ya, dan ternyata gampang, tidak ruwet.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sidak Verifikasi PPDB, Ganjar Perintahkan Coret yang CurangGanjar menyebutkan, sudah ada temuan pelanggaran PPDB.
Baca lebih lajut »
Ganjar: Terima Kasih untuk Orang Tua dan Murid yang Jujur saat PPDBGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebelumnya sudah memperingatkan orang tua dan calon murid jujur memberikan data SKD saat PPDB. GanjarPranowo
Baca lebih lajut »
Jalur Zonasi Bina RW tidak Selesaikan Polemik PPDBTeguh mengatakan, akar permasalahan yang menjadi sumber polemik ialah ketidakpahaman orangtua terkait jalur zonasi serta buruknya komunikasi dan sosialisasi Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Baca lebih lajut »
PPDB Jateng, Keputusan Pencoretan Siswa Diputuskan SidangMenurut Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri, sanksi bagi pelanggar akan dalam proses PPDB di Jateng ditentukan dalam sidang.
Baca lebih lajut »
Curhat Orangtua di Hari Pertama PPDB DKI Jakarta 2020 Jalur Prestasi'Di dalam planning hidup saya, enggak ada rencana (anak saya masuk sekolah) swasta,' ujar Linda.
Baca lebih lajut »