Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak sepakat dengan ide Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait Pilkada asimetris.
TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjawab usul yang ditawarkan Menteri Dalam Negeri soal Pilkada asimetris. Menurut Ganjar, usul itu bagus sebagai ide. Namun dalam realitanya, kata Ganjar, masyarakat tentu menginginkan sistem yang sama.'Kita mau enggak asimetri? Jawabannya sudah jelas tidak mau.
Hal tersebut dikarenakan status daerah tingkat II di DKI Jakarta bukanlah berstatus daerah otonom tetapi sebagai daerah pembantu. Kondisi ini membuat posisi wali kota dan bupati ditentukan oleh gubernur dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah .Pilkada asimetris yang diusulkan Tito, memakai tolak ukur indeks kedewasaan demokrasi (Index Democratic Maturity.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ganjar Pranowo Sebut Ada 3 Keinginan Para Pengusaha KecilPemprov Jateng akan memenuhi kebutuhan para pelaku usaha kecil.
Baca lebih lajut »
Gubernur Ganjar Usulkan Jenderal Hoegeng Jadi Pahlawan NasionalGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan gelar pahlawan nasional kepada mantan Kapolri Jenderal Hoegeng, dr Kariadi dan Soegarda Poerbakawatja.
Baca lebih lajut »
Berbagai Cara Dilakukan Pak Ganjar untuk Membangkitkan Kembali Ekonomi JatengGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan kebangkitan ekonomi desa beberapa sudah mulai jalan sejak bulan Mei lalu. GanjarPranowo
Baca lebih lajut »
Lewat Ganjar, Walkot Solo Surati Kementerian BUMN Terkait Patung Didi KempotPatung sebagai bentuk penghargaan terhadap almarhum Didi Kempot akan dipasang di Kompleks Stasiun Solo Balapan.
Baca lebih lajut »
Ganjar Usulkan Hoegeng, Kariadi, dan Soegarda Jadi Pahlawan NasionalSurat bernomor 464/0009043 tersebut tertuju kepada Menteri Sosial.
Baca lebih lajut »
Elektabilitas Anies-RK-Ganjar Sulit Bertahan Hingga 2024Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan habis masa jabatannya pada 2022, sehingga belum ada lagi panggung untuk meningkatkan elektabilitas.
Baca lebih lajut »