Gubernur Jawa Tengah pastikan sendiri secara daring kondisi puluhan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga jadi korban penipuan kerja dan disekap di Kamboja
JawaPos.com–Gubernur Jawa Tengah memastikan sendiri secara daring kondisi puluhan warga negara Indonesia yang diduga menjadi korban penipuan kerja dan disekap di Kamboja.
Dari hasil pengecekan langsung itu, Ganjar mengungkapkan, situasi cukup baik setelah melihat satu per satu wajah dan kondisi para WNI. ”Saya sudah konfirmasi ke sana, sebenarnya tidak dalam sekapan dan saya lihat wajahnya. Tidak ada yang, maaf, nyonyor-nyonyor itu gak ada. Bahwa ada yang sakit masih bekerja dan sebagainya itulah yang saya minta untuk di-assessment,” ujar Ganjar.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ada yang Ngadu ke Ganjar, Puluhan WNI Dikabarkan Disekap di KambojaGanjar Pranowo menerima pengaduan terkait dugaan penyekapan terhadap puluhan WNI di Kamboja. Laporan itu disampaikan melalui akun Instagram Ganjar.
Baca lebih lajut »
53 WNI Disekap di Kamboja, KBRI Phnom Penh Minta Polisi Bantu BebaskanKBRI telah menghubungi pihak Kepolisian Kamboja untuk permohonan bantuan pembebasan sambil terus menjalin komunikasi dengan para WNI.
Baca lebih lajut »
BP2MI Koordinasi dengan KBRI untuk Evakuasi WNI Disekap di KambojaKepela BP2MI mengatakan meski para korban penyekapan tersebut diduga menjadi PMI ilegal dan meminta pertolongan, negara tetap bertanggung jawab untuk menyelamatkan mereka.
Baca lebih lajut »
53 WNI Jadi Korban Perusahaan Investasi Palsu di KambojaKBRI Pnom Penh telah menerima informasi mengenai 53 warga negara Indonesia yang dilaporkan menjadi korban penipuan perusaah investasi palsu di Sihanoukvill, Kamboja.
Baca lebih lajut »
Kronologi 53 WNI Disekap di Kamboja, Berawal dari Lowongan Kerja di MedsosKasus ini bermula dari seorang warganet yang meminta tolong kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar membantu membebaskan 54 orang WNI yang disekap di Kamboja. TempoDunia
Baca lebih lajut »