Bulog mengingatkan soal diversifikasi pangan sehubungan dengan gangguan pasokan gandum sebagai dampak perang Rusia-Ukraina.
Bisnis.com, SEMARANG - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menegaskan pentingnya diversifikasi pangan di tengah dampak perang Rusia-Ukraina, terhadap salah satu bahan pangan yakni gandum.
"Dengan Rusia-Ukraina berperang masalah gandum untuk pangan juga bermasalah. Dulu kita impor gandum dari Ukraina sekarang terhenti," terangnya di Sentra Penggilingan dan Pengolahan Beras Modern di Kendal, Jawa Tengah, Kamis . Kendati ketersediaan gandum yang menjadi sorotan, Buwas bersyukur ketersediaan beras yang merupakan bahan makanan pokok di Tanah Air aman. Setidaknya dalam dua sampai dengan tiga tahun terakhir, Indonesia nyaris tidak melakukan impor beras.
"Jangan semua [bergantung kepada] beras walaupun itu kebutuhan pokok [hampir] di seluruh Indonesia. Kita ada penggantinya yaitu ubi, singkong, dan lain-lain," terangnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Perang Ukraina: Rusia bersiap memperluas wilayah pertempuran di Ukraina - BBC News IndonesiaFokus operasi militer Rusia tak lagi 'hanya' di bagian timur Ukraina, kata Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.
Baca lebih lajut »
Rusia Sebut AS Halangi Ukraina Lakukan Negosiasi: Tujuan Mereka Hanya Kekalahan RusiaRusia mengungkapkan Amerika Serikat (AS) telah menghalangi Ukraina untuk melakukan negosiasi dengan mereka.
Baca lebih lajut »
Rusia Sebut Ukraina Tak Mau Penuhi Syarat, Vladimir Putin Ungkap Hasil Akhir - Pikiran-Rakyat.comPresiden Rusia, Vladimir Putin menilai jika Ukraina tidak mau memenuhi syarat untuk berdamai dengan Rusia.
Baca lebih lajut »
Rusia Disebut Siap Caplok Lebih Banyak Wilayah Ukraina, AS: Perampasan Tanah Ilegal - Tribunnews.comAmerika Serikat mengatakan Rusia berencana mencaplok lebih banyak wilayah Ukraina dan menyebut langkah itu sebagai perampasan tanah ilegal.
Baca lebih lajut »
Rusia Perluas Operasi Militer di UkrainaDengan Barat menyediakan senjata jarak jauh untuk Ukraina, Rusia akan mendorong lebih jauh tugas militer dari garis saat ini. Ukraina merencanakan serangan balik untuk merebut kembali daerah yang dikuasai Rusia. Internasional AdadiKompas
Baca lebih lajut »