Seorang gadis berusia sebelas tahun di Kamboja meninggal akibat flu burung.
Organisasi Kesehatan Dunia selama ini telah menyerukan kewaspadaan setelah mendeteksi flu burung pada mamalia, tetapi telah menekankan bahwa risiko terhadap manusia rendah.
"Limpahan baru-baru ini untuk mamalia perlu dipantau dengan cermat," kata Direkrut Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Ia menekankan bahwa"untuk saat ini, risiko bagi manusia rendah". Sejak akhir 2021, wilayah Eropa telah dicengkeram oleh wabah terburuknya flu burung, di mana Amerika Utara dan Selatan juga mengalami wabah parah. Penyakit ini biasanya menyebar dari burung ke manusia melalui kontak langsung.
Virus ini telah menyebabkan pemusnahan puluhan juta unggas domestik di seluruh dunia, yang banyak terdeteksi strain H5N1. Wabah global juga bertanggung jawab atas kematian puluhan ribu burung liar.Deteksi penyakit pada sejumlah mamalia, termasuk rubah, berang-berang, cerpelai, singa laut, dan bahkan beruang grizzly belum lama ini telah memicu kekhawatiran bahwa manusia bisa lebih berisiko.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kalah Lagi, Kalah Lagi: Catatan Liverpool Lawan Madrid BerlanjutLiverpool kembali dibikin bertekuk lutut oleh Real Madrid usai kalah 2-5. Catatan buruk klub Merseyside itu pun berlanjut.
Baca lebih lajut »
Benzema-Vinicius Lagi-lagi Meneror Si MerahLiverpool dibantai Real Madrid di kandang sendiri. Lagi-lagi, Karim Benzema dan Vinicius Junior meneror tim Merseyside itu.
Baca lebih lajut »
Lagi-lagi, Shin Tae-yong Kecewa Timnas Indonesia U-20 Bikin Kesalahan Lawan GuatemalaShin Tae-yong pun meluapkan kekesalannya ke penampilan Muhammad Ferarri dan kawan-kawan yang dinilai tak bagus.
Baca lebih lajut »
Sepatu Menlu Retno Marsudi Lagi-Lagi Beda Warna, Warganet Beri Pujian hingga Minta SpillMenlu Retno Marsudi kembali diperbincangkan lantaran pakai sepatu beda warna antara kanan dan kiri.
Baca lebih lajut »
Difteri jadi KLB di Garut, Menkes: Lagi-lagi karena Vaksinasi KurangMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan dibalik penetapan penyakit difteri sebagai kejadian luar biasa (KLB) di Garut.
Baca lebih lajut »