Salah satu aspek yang mendapat sorotan mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan menembus 4,5 Hingga 5,5 persen.
) mengkritik sejumlah aspek dalam pidato Presiden Joko Widodo mengenai RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2021 beserta nota keuangannya pada Jumat .
"Menurut saya kurang realistis di tengah penurunan ekonomi nasional dan global saat ini. Apalagi pemerintah tidak cukup serius menangani Covid-19 dan hanya mengandalkan ditemukannya vaksin," ujar Sekjen Fitra, Misbah Hasan dalam keterangan tertulis, Sabtu .Misbah mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi tidak rasional karena dipicu rendahnya serapan APBN maupun APBD 2020.
Menurutnya, dari aspek pendapatan negara pada 2021, pemerintah juga belum bisa langsung menggenjot sektor perpajakan karena mobilitas investasi dan orang tidak seleluasa dulu.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jokowi: Penegakan Nilai Demokrasi Tak Bisa Ditawar!Presiden Jokowi mengatakan penegakan nilai-nilai demokrasi tidak bisa ditawar. Demokrasi di Indonesia, kata Jokowi, harus berjalan dengan baik. Jokowi Demokrasi
Baca lebih lajut »
Fadli Zon Nilai Pidato Jokowi Tak Realistis, KSP: Presiden Sudah KalkulasiFadli Zon menyebut pidato Presiden Jokowi tentang RUU APBN 2021 kurang realistis. KSP menyebut Jokowi telah mengkalkulasi dan memikirkan banyak faktor. FadliZon KSP
Baca lebih lajut »
Nilai Tukar Petani Turun, Kinerja BUMN DipertanyakanBPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) turun sebesar 0,85 persen pada Mei 2020.
Baca lebih lajut »
Taipan Hong Kong Nilai Penangkapan Hasil Uji Coba UU ChinaTaipan media sekaligus tokoh pro demokrasi Hong Kong Jimmy Lai menilai penangkapannya sebagai hasil uji coba UU Keamanan Nasional China.
Baca lebih lajut »
Ekonom Nilai Penyaluran Bansos Belum SignifikanPengamat CORE Indonesia meminta pemerintah segera mengejar realisasi bansos hingga 100% sebelum akhir tahun. Mengingat, masyarakat tidak bisa menunggu di tengah pandemi covid-19.
Baca lebih lajut »
Kapitra Ampera Nilai Pembentukan KAMI Sarat Kepentingan |Republika OnlineTuntutan dan aksi KAMI dianggap tidak jelas
Baca lebih lajut »