Seorang santri Pondok Pesantren Gontor 2, Ponorogo, Jawa Timur dinyatakan positif Covid-19 | Regional
Kini, pemerintah Kabupaten Ponorogo menutup akses keluar masuk pondok pesantren tersebut.Santri tak bawa surat keterangan pemeriksaanKasus positif Covid-19 di Pondok Gontor bermula ketika seorang santri berusia 17 tahun asal Sidoarjo datang ke pondok, Rabu .
Namun, saat kembali ke pondok, santri itu tidak membawa surat keterangan pemeriksaan Covid-19 dari daerah asalnya.Belakangan diketahui, ayah santri itu positif Covid-19. Temuan tersebut diketahui oleh Dinkes Jatim lima belas hari setelah santri tersebut kembali ke pondok.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Cegah COVID-19 secara mandiri, santri manfaatkan 'sprayer' bantuan PMILangkah ini dinilai efektif dalam upaya bersama melakukan pencegahan COVID-19 di lingkungan ponpes, apalagi saat ini sedang membuka pendaftaran calon santri dan santriwati baru
Baca lebih lajut »
Santri Terpapar Covid-19, Akses Pondok Gontor 2 Tertutup untuk UmumPemerintah Kabupaten Ponorogo menutup akses masuk sementara Pondok Gontor 2 setelah seorang santri positif corona.
Baca lebih lajut »
Ponpes Gontor 2 Diiolasi Setelah Seorang Santri Positif Covid-19Ponpes Gontor 2 Diiolasi Setelah Seorang Santri Positif Covid-19. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 selanjutnya akan melakukan testing baik metode rapid test atau tes cepat maupun tes usap atau swab test.
Baca lebih lajut »
Pondok Modern Gontor Tabayyun Santri Terpapar Covid-19, Walisantri Diminta Tenang - Tribunnews.comPondok Modern Darussalam Gontor meminta kepada seluruh walisantri tenang terkait ada 1 santri dinyatakan positif Covid-19.
Baca lebih lajut »
Santri Pondok Gontor Terjangkit Covid-19, Baru Ketahuan Setelah Ayah Dinyatakan PositifSeorang santri Ponpes Gontor berusia 17 tahun asal Sidoarjo positif Covid-19.
Baca lebih lajut »
Jubir Covid-19 Ungkap Ada 552 Kasus Baru Covid di Jawa TimurJuru Bicara Pemerintah untuk Penanganan virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto melaporkan penambahan kasus Covid-19 sebanyak...
Baca lebih lajut »