Ada beberapa fakta menarik mengenai konser BTS di Arab Saudi, termasuk berhenti saat adzan berkumandang.
TEMPO.CO, Jakarta - Grup K-Pop Bangtan Boys alias BTS tengah menjadi penghibur asal Korea Selatan pertama yang tampil di Stadion King Fahd di Riyadh, Arab Saudi, 11 Oktober 201. Ketujuh personel pun menggelar tur “Love Yourself” dan tampil memukau.Beberapa hal menarik juga dilakukan oleh BTS selama konser. Melansir dari situs Koreaboo dan Twitter, berikut tiga di antaranya.#Berhenti menyanyi saat adzan berkumandang Sebagai negara Islam, Arab Saudi pun mengumandangkan adzan pada waktu Sholat.
Untuk menghormati hal ini, ketujuh idola langsung berhenti sejenak dari bernyanyi hingga adzan berakhir. BTS/Tokopedia#Kru menggunakan abaya Budaya Timur Tengah yang sangat kental juga dihargai oleh BTS. Ini bisa dibuktikan dari unggahan seorang penggemar di akun Twitter @agbhoya. Pada 9 Oktober 2019, saat kru dan anggota BTS hadir, mereka terlihat menggunakan abaya, busana khas yang sering dikenal juga sebagai gamis Arab.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
BTS Manggung untuk Pertama Kali di Arab SaudiBoyband BTS manggung untuk pertama kalinya di Saudi, yang juga menandai konser perdana oleh artis internasional di negara itu.
Baca lebih lajut »
Disambut Meriah, BTS Ucap Terima Kasih Pakai Bahasa ArabBTS bikin sejarah di Arab Saudi ketika mereka jadi band internasional pertama yang tampil dalam solo konser di kerajaan. Mereka tampil memuaskan.
Baca lebih lajut »
Ingin Bangun Industri Film Kelas Dunia, Arab Saudi Panggil 'Aquaman' hingga Jackie ChanPemerintah Arab Saudi menganggarkan hingga lebih dari 900 triliun untuk membangun sektor industri film.
Baca lebih lajut »
Arab Saudi Perbanyak Tentara AmerikaArab Saudi akan membayar untuk mendatangkan tentara Amerika tambahan
Baca lebih lajut »
Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Iran-Arab SaudiPM Pakistan Imran Khan melakukan pembicaraan Minggu (13/10) dengan pemimpin-pemimpin di Iran untuk secara resmi mulai ofensif diplomatik yang katanya ditujukan untuk meredam ketegangan semakin besar d
Baca lebih lajut »