Turki dan Rusia menunjukkan perbedaan tajam pada konflik Suriah dan Libya
REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berdiskusi dengan rekan sejawatnya di Rusia, Vladimir Putin, melalui telepon pada Rabu. Menurut Direktorat Komunikasi Turki, keduanya membahas situasi terkini di Libya dan Idlib.
Di Libya, pemerintah yang mendapat pengakuan dari PBB telah diserang oleh pasukan Khalifa Haftar sejak April 2019, hingga menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ekonomi Jatuh, Ratusan Warga Druze Suriah Desak Assad Mundur |Republika OnlineSuriah berada dalam pergolakan krisis ekonomi yang cukup dalam.
Baca lebih lajut »
Sinopsis Film 13 Hours di Trans TV, Didasari Kisah Nyata Konflik Libya-ASFilm 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi hadir di Bioskop Trans TV malam ini, Kamis (11/6/2020). Film ini tayang pada pada pukul 21.30 WIB. 13Hours via wolipop
Baca lebih lajut »
PBB Gelar Pembicaraan dengan Dua Pihak Berkonflik di Libya |Republika OnlinePBB menggelar pertemuan virtual untuk mengakhiri konflik di Libya.
Baca lebih lajut »
Uni Eropa Khawatir Libya Jadi Medan Pertempuran Rusia Vs TurkiDiplomat tinggi Uni Eropa mendesak semua pihak yang berkonflik di Libya untuk segera menghentikan seluruh operasi militer KonflikLibya
Baca lebih lajut »
Uni Eropa: Setop Operasi Militer di Libya |Republika OnlineLibya telah menjadi perebutan pengaruh antara Turki, Rusia, maupun Mesir.
Baca lebih lajut »