Kasus pembakaran Alquran terjadi di Eropa.
REPUBLIKA.CO.ID,ANKARA -- Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan kekhawatirannya terkait islamofobia dan anti-Islam di Eropa. Retorika yang muncul utamanya di negara-negara Skandinavia ini disebut menjadi perhatian Türkiye.
Dilansir di Anadolu Agency, Kamis , nota tripartit merujuk pada kesepakatan yang ditandatangani Juni lalu, antara Türkiye dan dua negara Nordik, untuk keanggotaan NATO mereka. Erdogan juga menyebut Swedia belum memenuhi komitmennya terkait perang melawan terorisme di bawah memorandum tersebut. Hingga saat ini, kelompok teroris disebut masih melanjutkan aktivitas mereka di Swedia.
Erdogan lantas mengharapkan sekutunya untuk mendukung masalah keamanan Türkiye. Sampai saat ini, pihaknya masih belum tidak mendukung tawaran NATO Swedia. Di bawah memorandum yang ditandatangani Juni lalu antara Türkiye, Swedia dan Finlandia, kedua negara Nordik berjanji untuk mengambil langkah-langkah melawan teroris, untuk mendapatkan keanggotaan dalam aliansi NATO.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pejabat Parlemen Eropa: Pembakaran Alquran Bukan Kebebasan Bicara |Republika OnlineBatas kebebasan berbicara adalah menghargai perasaan orang lain.
Baca lebih lajut »
Erdogan: Swedia Tidak Bisa Gabung NATO Jika Izinkan Pembakaran Alquran |Republika OnlineTurki telah menunda untuk menyetujui keanggotaan Swedia dan Finlandia dalam NATO.
Baca lebih lajut »
Bursa Eropa Januari Naik 6,7%, PDB Eropa Tumbuh 0,1%Indeks Stoxx 600 di bursa Eropa ditutup turun 0,2%, dengan mayoritas sektor dan semua indeks utama berakhir di zona merah.
Baca lebih lajut »
Kejagung Nilai Hakim Keliru Jatuhkan Vonis Bebas Terdakwa KSP IndosuryaKejagung menilai keliru putusan hakim yang menyebut kasus KSP Indosurya merupakan kasus perdata bukan pidana.
Baca lebih lajut »
Kronologi Penangkapan Irjen Kasus Teddy Minahasa dalam Kasus NarkobaInilah kilas balik kasus narkoba yang libatkan Eks Kapolda Sumatera Barat Teddy Minahasa, mulai ditangkap hingga menjadi tersangka
Baca lebih lajut »
Pasien Kanker Payudara Tambah 1 Setiap 8 Menit, Dokter: Deteksi Dini PentingKasus kanker payudara di Indonesia mencapai 65.858 kasus baru per tahun. Artinya, ada 182,9 kasus per hari atau 7,6 kasus per jam.
Baca lebih lajut »