Jangan sampai, ganjil-genap ini malah kasus Covid meningkat di transporasti publik.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebijakan ganjil-genap saat pandemi Covid-19 dianggap tidak efektif dan efisien. Menurut epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, penerapan ganji-genap hanya memindahkan permasalahan masyarakat karena belum secara masif dan berintegrasi
Dicky menjelaskan, cara ideal perkantoran yang ingin tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu dengan melihat karyawan tersebut termasuk berisiko tinggi bukan penyakit bawaan . Kemudian, harus ada surat aturan baru antara dinas perhubungan, kepolisian, dan dinas kesehatan untuk mengatur perkantoran di Jakarta.
Dalam hal ini, Dicky menganjurkan, pihak pemerintah yang menerapkan kebijakan ganjil-genap harus berker jasama dengan perkantoran atau perusahaan. Dia mendapati, umumnya mereka yang bekerja badan usaha milik megara dan perkantoran swasta, pastinya banyak yang membawa kendaraan pribadi."Oleh karena itu, harus dikordinasikan. Bukan hanya membuat kebijakan untuk masyarakat dengan sistem pemberlakukan 50 persen masuk dan sisanya WFH," ujar Dicky.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Lampard Sebut Kekalahan dari Bayern Harus Jadi PelajaranChelsea tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 7-1 dari Bayern Muenchen di babak 16 besar.
Baca lebih lajut »
Pentolan Honorer K2 Sebut Kebijakan Pemerintah Berlandaskan Bisikan, Bukan FaktaKalau untuk honorer K2 pelitnya minta ampun ini pemerintah, kami bukan hantu, keberadaan kami ada dan tercatat di data base Badan Kepegawaian Negara (BKN). honorerK2
Baca lebih lajut »
Stafsus BUMN Sebut Relawan Vaksin Wajib Berdomisili BandungSelain harus berdomisili di Bandung Raya, relawan vaksin Sinovac juga harus menetap di sana hingga proses penelitian selesai.
Baca lebih lajut »