PT Solusi Tunas Pratama (SUPR) siapkan belanja modal Rp 1,2 triliun untuk segmen menara.
Emiten jaringan telekomunikasi PT Solusi Tunas Pratama Tbk memperkirakan menyiapkan belanja modal Rp 1,2 triliun tahun ini. Dana capital expenditure ini akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan di segmen menara, yang sumber dananya berasal dari kas internal.
Kemudian perusahaan menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,8 triliun. Advisor Group Investor Relations Adam Ghifari mengungkapkan SUPR sebagai emiten grup PT Sarana Menara Nusantara Tbk mencatatkan pendapatan Rp1,82 triliun atau relatif stabil dibandingkan dengan capaian setahun sebelumnya Rp1,89 triliun."Revenue juga akan stabil dibandingkan tahun lalu dan kami melihat kebutuhan capex dananya berasal dari hasil operasional penyewaan menara di dalam SUPR," kata dia dalam keterangannya, Rabu .Direktur Utama SUPR, Juliawati Gunawan Halim menyebutkan, sepanjang 2024 perseroan meraih pendapatan Rp2,82 triliun, dengan pencapaian EBITDA senilai Rp1,68 triliun dan EBITDA margin sebesar 92,4 persen atau meningkat dibandingkan pada 2023 sebesar 92,1 persen."Rasio leverage pinjaman bersih kami terhadap EBITDA sebesar 1,1 kali atau menurun dibandingkan dengan leverage di 2023 sebesar 1,4 kali," ujar Juliawati. Juliawati mengatakan, jumlah menara SUPR hingga akhir 2024 sebanyak 6.831 unit atau menurun dibandingkan setahun sebelumnya yang mencapai 6.851 unit. Sementara itu, jumlah penyewaan menara sebanyak 13.378 unit atau bertumbuh 3,3 persen , dengan rasio penyewaan menara meningkat menjadi 1,96 kali dari 1,89 kali pada 2023. Lebih lanjut Adam memaparkan, pada tahun ini rasio leverage SUPR akan terus menurun, karena cash flow digunakan untuk membayar utang. Dia menyebutkan, per 31 Desember 2024 perseroan mencatatkan penurunan utang bank dibandingkan per akhir 2023. Adam menyatakan, pada tahun ini SUPR terkonsentrasi pada upaya pelunasan utang, bahkan perseroan juga tidak memiliki rencana untuk menggalang dana di pasar modal. Dia menegaskan, saat ini cash flow perseroan terbilang sehat yang dibarengi pula dengan pertumbuhan jumlah penyewaan menara.Emiten Menara Grup Djarum Yakin Kantongi Cuan Rp 900 M Tahun Ini
Belanja Modal Pt Solusi Tunas Pratama Menara Telekomunikasi Supr Juliawati Gunawan Halim Sarana Penurunan Pratama Leverage Pinjaman Solusi Tunas Pratama Expenditure Tbk Bank Utama Sumber Dananya Pt Solusi Emiten Jaringan Telekomunikasi Pt Solusi Tunas Pra Advisor Group Investor Relations Adam Ghifari Adam Ghifari Ebitda Capex Margin Dana Capital Expenditure Sarana Menara Nusantara Jaringan Pt Sarana Emiten Grup Pt Sarana Menara Nusantara Tbk Belanja Modal Rp 1
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Menkomdigi pantau layanan telekomunikasi di Stasiun GambirMenteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memantau layanan telekomunikasi dalam mendukung keberhasilan dan kelancaran mudik Lebaran 2025 di ...
Baca lebih lajut »
Menkomdigi Meutya Hafid Tinjau Layanan Telekomunikasi di Stasiun GambirDalam kunjungannya, Meutya Hafid memastikan kualitas layanan telekomunikasi salah satunya kekuatan sinyal ponsel selama perjalanan mudik.
Baca lebih lajut »
Modal Kas Kuat Jadi Andalan Ekspansi, Emiten LUCY Siapkan Strategi Baru di 2025Portal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Baca lebih lajut »
16 Emiten Siap Buyback Tanpa RUPS, Siapkan Dana Rp 12,69 TriliunTotal dana buyback tanpa RUPS 16 emiten yang telah dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp12,69 triliun.
Baca lebih lajut »
Diskominfo fokus bangun jaringan telekomunikasi di Pegunungan ArfakDinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo) Provinsi Papua Barat fokus membangun infrastruktur jaringan telekomunikasi di Kabupaten ...
Baca lebih lajut »
Emiten Tol Jusuf Hamka (CMNP) Mau Buyback, Siapkan Dana Rp902 MCitra Marga Nusaphala Persada (CMNP) mengumumkan akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan menyiapkan dana sebesar Rp902,1 miliar.
Baca lebih lajut »




