Emiten Low Tuck Kwong Bayan Resources (BYAN) mengincar produksi batu bara hingga 48 juta ton, naik dari realisasi produksi tahun lalu sebesar 38,9 juta ton.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara milik taipan Low Tuck Kwong PT Bayan Resources Tbk. mengincar produksi batu bara hingga 48 juta tahun 2023.
Selain produksi, BYAN juga memberikan panduan untuk volume penjualan batu bara yang mencapai 42 juta ton hingga 48 juta ton, dengan harga jual rata-rata yang diperkirakan berada pada kisaran US$80 hingg 90 per ton. Sementara itu, jumlah penjualan batu bara BYAN yang mencapai 39,9 juta ton sepanjang 2022. Manajemen BYAN menulis volume penjualan BYAN akan berada pada level yang sama seperti 2021, hingga jalan angkutan batu bara baru ke Sungai Mahakam dan fasilitas pemuatan tongkang pertama selesai dibangun pada akhir 2023.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Emiten Minimarket, Beli Saham atau Langsung Buka Gerai?Kendati bermargin tipis, bisnis waralaba minimarket digemari, antara lain tecermin dari jumlah gerainya yang terus bertambah. Namun, lebih untung mana antara membuka gerai langsung dan membeli sahamnya? Ekonomi AdadiKompas
Baca lebih lajut »
THR Kurang? Masih Ada Dividen Rp62 Triliun Mengalir Mei 2023Sederet emiten akan membagikan dividen 2023 dengan total sekitar Rp62 triliun sepanjang Mei 2023.
Baca lebih lajut »
Baru Tahu, Ternyata Ada 4 Emitan Bokek Pendapatan Nol Rupiah4 emiten mendapatkan notasi khusus perusahaan yang tidak memiliki pendapatan sepanjang 2022.
Baca lebih lajut »
Asik THR Lagi, Habis Lebaran Emiten Ini Bagi-Bagi DividenInvestor siap-siap dapat bonus setelah Lebaran.
Baca lebih lajut »
Saham Asia dibuka melemah, investor pertimbangkan laba emiten dan dataSaham melemah secara luas pada awal perdagangan Selasa, sementara dolar AS juga turun karena investor mempertimbangkan laporan keuangan perusahaan dan prospek ...
Baca lebih lajut »