Jabar mengalami koreksi ekonomi di caturwulan kedua ini sebesar minus 5,9.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, saat ini, kondisi warga Jabar mayoritas butuh sentuhan bantuan. Selain itu kondisi ekonomi di Jabar juga alami kontraksi yang cukup dalam dibanding rata-rata nasional. "Agak sedih dari sisi ekonomi. Sebelum Covid-19 Subsidi hanya 25 persen. Sekarang 72 persen tangannya di bawah. Total 10,7 juta penerima.
Emil pun menuturkan, minus 5,9 karena 40 persen karena PDRB Jabar berasal dari manufaktur sehingga selama pasar globalnya belum pulih maka, 60 persen industri di Indonesia yang rumahnya di Jawa Barat ini masih terkendala.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jabar dan OJK Sepakati Upaya Pemulihan Sektor ManufakturRidwan Kamil berharap agar manufaktur Jabar dapat segera dipulihkan dan kembali menggerakkan ekonomi nasional.
Baca lebih lajut »
Ini Alasan Polda Jabar Kini Tangani Kasus Denny Siregar |Republika OnlineKasus Denny Siregar dilimpahkan dari Polresta Tasikmalaya ke Polda Jabar.
Baca lebih lajut »
Pangandaran Jadi Wisata Unggulan Jabar Pascapandemi |Republika OnlinePangandaran memiliki ragam keindahan daya tarik wisata.
Baca lebih lajut »
Satgas: Persentase Kematian Covid-19 di Jabar Kecil, di Bawah Nasional dan DuniaPersentase kematian akibat Covid-19 secara nasional adalah sebesar 4,5 persen dari kasus yang terkonfirmasi.
Baca lebih lajut »
Kekurangan SDM untuk Pemeriksaan PCR, Gubernur Jabar Minta Pelibatan Laboratorium SwastaRidwan menyatakan, pemeriksaan PCR di provinsi dengan populasi 50 juta penduduk ini sudah mencapai 175.260 sampel.
Baca lebih lajut »
Kasus Kematian Covid Jabar Lebih Rendah dari Rata-rata GlobalSatgas Covid-19 menyebut kenaikan kasus positif di Jabar meningkat 50,6 persen, namun angka kematiannya rendah bahkan di bawah rata-rata kematian global.
Baca lebih lajut »