Psikolog menyebut masyarakat menjadi sesat pikir akibat hoaks.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyaknya kabar bohong mengenai SARS-CoV2 yang menyebabkan Covid-19 bisa membuat masyarakat menjadi tidak mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Literasi informasi dan media digital pun perlu dipelajari dan dipahami oleh masyarakat guna mewaspadai hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19.
Menurut Ikhwan, ketidakpatuhan tersebut dikarenakan masyarakat lebih memaknai alternatif informasi yang ada dibandingkan dengan informasi yang disebarkan. Faktor lain yang menyebabkan hal tersebut adalah perilaku malas melakukan pengecekan silang terhadap informasi yang telah tersedia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
APRDI Bagi Saran Reksa Dana yang Masih Berpotensi |em|Cuan|/em| |Republika OnlineReksa dana campuran dengan portofolio pasar uang, obligasi, dan saham bisa dipilih.
Baca lebih lajut »
Kasus Jerinx dan Permintaan Wiku untuk Para |em|Influencer|/em| |Republika OnlineJerinx jadi tersangka kasus pencemaran nama baik IDI Bali dan ujaran kebencian.
Baca lebih lajut »
Dorong |em|E-Channel,|/em| Bank Mandiri Gandeng Bright Store |Republika OnlineEkonomi Melalui kerja sama ini, pengguna kartu Mandiri e-money akan memperoleh potongan harga Bank Mandiri
Baca lebih lajut »
Twitter Minta Maaf karena |em|Nge-troll|/em| Phil Jones |Republika OnlineAkun twitter resmi medsos tersebut menyindir bek tengah MU.
Baca lebih lajut »
|em|Platform|/em| Investasi Online Fundtastic Akuisisi Invisee |Republika OnlineSaat ini, aplikasi FUNDtastic telah memiliki enam ribu pengguna aktif
Baca lebih lajut »
HijabChic Buka Toko |em|Offline|/em| di Tengah Pandemi |Republika OnlineMeski dibuka di tengah pandemi, HijabChic optimistis dengan gerai terbarunya.
Baca lebih lajut »