Penurunan ekspor secara bulanan ini didorong oleh penurunan kinerja ekspor non-migas.
JawaPos.com – Badan Pusat Statistik mengumumkan bahwa nilai ekspor Indonesia per Mei 2022 mencapai angka USD 21,51 miliar. Angka ini turun 21,29 persen dibandingkan April 2022. Angka ini turun 21,29 persen secara month to month dari April 2022 sebesar USD 27,32 miliar.
Adapun, penurunan ekspor secara bulanan ini didorong oleh penurunan kinerja ekspor non-migas. “Kita lihat ada penurunan ekspor non migas pada bulan Mei 2022 bila dibandingkan dengan April 2022. Namun, masih ada peningkatan ekspor migas,” ujarnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pemerintah RI Perluas Pasar Ekspor CPO dan Minyak Goreng ke PakistanKeputusan perluasan ekspor CPO dan minyak goreng itu dikeluarkan melihat kondisi pasokan dalam negeri sudah aman.
Baca lebih lajut »
Ekspor Produk Kain RI Meningkat 14,63% di Kuartal I-2022Ekspor kain secara kumulatif pada Januari–Maret 2022 mencapai US$ 146,55 juta atau mengalami kenaikan 14,63%.
Baca lebih lajut »
Impor RI Mei 2022 Turun 5,81 PersenBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi penurunan impor dalam neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2022
Baca lebih lajut »
Setelah Protes, Malaysia Cabut Larangan Ekspor AyamMalaysia, Selasa (14/6) mencabut sebagian larangan ekspor ayam ke Singapura. Larangan diberlakukan guna mengatasi kekurangan di dalam negeri tetapi membuat harga melonjak di Singapura dan memicu protes. Namun, pengetatan ekspor hanya dilonggarkan pada sejumlah kecil jenis ayam. Jenis yang...
Baca lebih lajut »
Malaysia Larang Ekspor Ayam, Emiten Unggas Sreeya Sewu (SIPD) Jajaki Pasar Singapura | Market - Bisnis.comSreeya Sewu Indonesia terus mencari peluang pasar ekspor baru, termasuk pasar SIngapura.
Baca lebih lajut »
Ekspor Produk Kain Indonesia Naik 14,63 Persen di Kuartal I 2022Peningkatan penjualan kain didorong oleh pulihnya permintaan apparel, seiring dengan aktivitas sosial yang kembali normal pasca terkendalinya penyebaran varian Omicron.
Baca lebih lajut »