Indonesia harus fokus pada produk turunan CPO dalam membidik pasar Amerika Selatan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil yang lesu disebabkan adanya sejumlah tantangan global. Untuk itu pemerintah mulai membidik pasar nontradisional yang ada di kawasan Amerika Selatan sebagai negara tujuan ekspor CPO Indonesia.
Baca Juga “Di Amerika Selatan, kita punya kompetitor yaitu Brasil. Dan Brasil ini produsen yang besar, apalagi mereka sudah melakukan hilirisasi,” kata Ahmad saat dihubungi Republika.co.id, Selasa . Untuk itu, kata dia, Indonesia perlu memfokuskan strategi bermain di produk-produk intermediate atau produk jadi. Sehingga ke depannya ekspor kelapa sawit Indonesia tidak lagi berbentuk mentah namun berupa produk-produk turunannya.
Di sisi lain, belum rampungnya kerja sama komprehensif ke seluruh negara-negara di kawasan tersebut menjadi kendala lainnya. Misalnya, kata dia, kendala tarif bakal terus mengiringi ekspor CPO Indonesia. Untuk itu pemerintah dinilai perlu mengambil langkah pararel, yakni mulai berpenterasi ke kawasan tersebut sambil melakukan lobi-lobi bilateral pengurangan tarif ke sana.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
ESDM Dorong Kajian CPO untuk AvturPemanfaatan minyak sawit untuk avtur dapat menjadi solusi ketahanan energi Indonesia.
Baca lebih lajut »
Mengkhawatirkan, Harga CPO Terus MenurunHarga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang terus menurun berimbas pada harga tandan buah segar (TBS). HargaCPO
Baca lebih lajut »
Menhub: Pengolahan CPO Jadi Avtur Bisa Turunkan HargaMenhub menyatakan harus dilakukan riset mendalam sebelum diproduksi.
Baca lebih lajut »
Perluas Pasar Ekspor Pangan Segar RI, Amerika Latin Sasaran BerikutnyaTercatat dari bulan Januari hingga Juni 2019, Indonesia berhasil mengekspor bahan pangan segar ke-29 negara dengan nilai...
Baca lebih lajut »