Eksploitasi Pertambangan Dan Ancaman Akhir Hayat Pulau-Pulau Kecil Di Indonesia

Indonesia Berita Berita

Eksploitasi Pertambangan Dan Ancaman Akhir Hayat Pulau-Pulau Kecil Di Indonesia
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 72 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 32%
  • Publisher: 70%

Eksploitasi alam di pulau kecil dapat dikategorikan sebagai kejahatan lingkungan, mengingat kerentanan ekologis yang tinggi dengan daya pulih yang rendah.

Artinya, begitu ada kerusakan di salah satu bagian pulau, dampaknya akan meluas secara cepat di seluruh pulau dan sulit dipulihkan. Sistem ekologi pulau kecil yang sangat spesifik dengan keberagaman spesies endemik membuat pemulihannya sangat sulit.

Pulau yang luasnya hanya 715 kilometer persegi itu menanggung dampak kerusakan lingkungan karena tambang nikel. Setiap tahun banjir bandang terjadi di pulau kecil ini. Padahal, sebelum adanya proyek tambang itu,Eksploitasi pulau kecil lainnya juga dialami Pulau Sangihe di Sulawesi Utara yang separuh lebih wilayahnya ditetapkan sebagai wilayah pertambangan emas. Total wilayah penguasaan tambang mencapai 42.000 hektar.

Pengerukan lahan karena aktivitas tambang juga dapat merusak ekosistem yang telah terbangun selama jutaan tahun. Alhasil, keseimbangan lingkungan terganggu sehingga memicu bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah- wilayah yang sebelumnya nihil bencana. Tak hanya secara ekologi, aktivitas tambang di pulau kecil juga rawan berdampak pada ketahanan pangan masyarakat lokal. Banyak komoditas pangan yang akhirnya hilang, seperti sagu dan kopra. Jatam menemukan hilangnya komoditas sagu dan kopra di Pulau Gebe, Halmahera Tengah, Maluku Utara, akibat pertambangan nikel. Alih fungsi lahan mendorong keruntuhan ekosistem pangan sehingga masyarakat juga kesulitan mencari pangan di hutan atau ladang karena telah beralih fungsi ke tambang.

Area penambangan terbuka di puncak bukit wilayah Wawonii Tenggara, Konawe Kepulauan, seperti terlihat pada Selasa . Penambangan nikel ini berkali-kali diprotes warga. Mulai dari persoalan lahan, hingga dianggap membuat mata air rusak dan berlumpur.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

50 Negara Bagian AS Perangi Eksploitasi dan Pelecehan Seksual Anak Oleh AI50 Negara Bagian AS Perangi Eksploitasi dan Pelecehan Seksual Anak Oleh AIJaksa Agung di seluruh Amerika Serikat mendesak anggota parlemen untuk membentuk komisi yang khusus mempelajari dampak AI terhadap eksploitasi anak.
Baca lebih lajut »

Bambang Rukminto Minta Pemerintah dan DPR Usut Bentrok di Pulau RempangBambang Rukminto Minta Pemerintah dan DPR Usut Bentrok di Pulau RempangPengamat kepolisian ISESS Bambang Rukminto menanggapi kasus bentrokan petugas gabungan dengan warga di Pulau Rempang, Kepulauan Riau.
Baca lebih lajut »

Pemerintah dan DPR Diminta Bentuk Tim Independen Usut Bentrok Aparat dengan Warga di Pulau RempangPemerintah dan DPR Diminta Bentuk Tim Independen Usut Bentrok Aparat dengan Warga di Pulau RempangPemerintah dan DPR diminta membentuk tim independen untuk mengusut peristiwa bentrokan antara petugas gabungan dan warga di Pulau Rempang, Kepri.
Baca lebih lajut »

VIDEO: Kapolri Komentari Bentrok Polisi dan Warga di Pulau RempangVIDEO: Kapolri Komentari Bentrok Polisi dan Warga di Pulau RempangAparat gabungan TNI-POLRI dikabarkan memaksa masuk ke wilayah warga Pulau Rempang, Batam Kamis siang.
Baca lebih lajut »

Kronologi Bentrok Warga dan Aparat di Pulau Rempang Versi PolisiKronologi Bentrok Warga dan Aparat di Pulau Rempang Versi PolisiBentrok warga dengan aparat pecah di Pulau Rempang, Kepulauan Riau saat petugas melakukan pengukuran lahan di kampung adat demi kepentingan proyek strategis nasional.
Baca lebih lajut »

Duduk Perkara Aparat Tembakkan Gas Air Mata di Pulau Rempang: Anak-anak Terluka dan PingsanDuduk Perkara Aparat Tembakkan Gas Air Mata di Pulau Rempang: Anak-anak Terluka dan PingsanGas air mata yang ditembakkan bahkan sampai ke sejumlah sekolah. Akibatnya para siswa dilaporkan terluka.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 19:51:28