Peristiwa 65: Ketika menginjakkan kaki di tanah air bukan lagi pulang melainkan berkunjung atau menengok, maukah para eksil kembali menjadi warga negara Indonesia?
Akhir dari Podcast
"Karena kita sudah tua-tua, kita tidak lama lagi hidup di dunia ini jadi kalau saya ditawari dwikewarganegaan saya mau. Karena bayangkan saja, kalau saya mau ke Indonesia menengok - bukan pulang ya - menengok tanah air tercinta, menengok keluarga tercinta saya harus mengajukan permohonan visa, saya harus bayar.
Bukan hanya mahasiswa, delegasi Indonesia yang tengah menghadiri acara internasional dan para diplomat era pemeritahan Sukarno pun kala itu tidak bisa pulang.atau penyaringan di kedutaan-kedutaan Indonesia, mereka dianggap terlibat PKI, dicap komunis, atau menunjukkan mereka tidak mendukung Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto.
"Intinya kalau ditawari dwikewarganegaraan saya terima. Tapi kalau tidak, saya lanjutkan saja karena saya di negara ini sudah seperti negara saya yang kedua. Dan saya hidup bahagia dengan keluarga dan di negara ini saya sudah seperti di rumah sendiri," jelasnya. "Melakukan verifikasi data dan memberikan prioritas layanan untuk memperoleh dokumen terkait hak kewarganegaraan terhadap korban atau ahli warisnya dan korban terdampak dari peristiwa pelanggaran hak asasi manusia yang berat yang berada di luar negeri," kata Presiden Jokowi dalam inpresnya.
Tom juga telah mendapat kewarganegaraan Swedia sesudah hijrah dari China, tempatnya mendalami teknik pertanian.Tom Iljas menempuh berbagai ikhtiar untuk mendapatkan kembali status sebagai WNI di bawah pemerintahan yang berbeda-beda. "Para eksil dikumpulkan, waktu itu banyak yang masih hidup. Bertangis-tangisanlah mereka karena ada harapan bisa kembali ke tanah air dan kembali mendapatkan kewarganegaraan. Tetapi apa yang terjadi, sesudah Yusril kembali ke Indonesia? Beberapa hari kemudian dia menulis satu artikel yang cukup panjang, tentang 'bahaya komunisme'," terang Tom.
Ayahnya adalah anggota PKI, meskipun keanggotaannya lebih dilandasi pada semangat menentang kolonialisme, tanpa memahami ideologi komunisme itu sendiri, tutur Tom. Menurut sesepuh eksil di Belanda, Sungkono, sekarang hanya terdapat sekitar 50 eksil langsung yang masih hidup di negara itu. Mayoritas eksil sudah tutup usia.Menurut Sungkono, tragedi skala nasional yang sistematis seperti peristiwa 1965-1966 harus diungkap kebenarannya agar memberikan rasa keadilan bagi korban dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Pada Sabtu 11 Februari lalu, Sungkono bersama puluhan eksil menggelar kumpulan di Amsterdam untuk bertukar pemahaman mengenai rencana pemerintah Indonesia untuk memulihkan hak-hak mereka. Kendati demikian, Sungkono berpendapat langkah yudisial harus tetap diutamakan, bukan seperti yang ditawarkan sekarang.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pemerintah: Kalau Anak-anak Indonesia Tidak Pintar, Pendapatan Per Kapita Susah NaikStunting menyebabkan anak-anak Indonesia yang berada di bawah usia 5 tahun memiliki intelektualitas di bawah rata-rata.
Baca lebih lajut »
Respons Inpres Jokowi, Kemenkum Verifikasi Data Eksil Korban HAM BeratDitjen HAM Kemenkumham tengah menyusun rancangan kerja untuk memverifikasi dokumen kewarganegaraan korban pelanggaran HAM berat atau eksil.
Baca lebih lajut »
'Kami sebenarnya bisa mencegah Perang Irak berlangsung' - BBC News IndonesiaMantan diplomat Brasil Jose Mauricio Bustani secara kontroversial diberhentikan sebagai kepala pengawas senjata kimia terkemuka dunia ketika dia sedang bernegosiasi dengan Irak dalam pelarangan senjata kimia. Kepada BBC, dia berbicara tentang 'rasa frustrasinya yang berkepanjangan'.
Baca lebih lajut »
Kasus gagal ginjal akut: PN Jakpus menyatakan gugatan class action bisa dilanjutkan - BBC News IndonesiaPuluhan orang tua yang anaknya yang anak-anaknya meninggal atau terluka oleh obat sirop yang tercemar meneteskan air mata bahagia setelah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan gugatan class action mereka bisa dilanjutkan ke persidangan.
Baca lebih lajut »
Viral pelayanan buruk Bea Cukai, pengamat nilai minta maaf saja 'tidak cukup' - BBC News IndonesiaSejak kasus pegawai-pegawai Kementerian Keuangan dengan harta berlimpah menjadi sorotan, warganet terus-menerus mengungkap pelayanan buruk yang mereka terima dari para pegawai “Kementerian Sultan” itu. Terakhir, soal pengalaman Alissa Wahid yang “diperlakukan intimidatif” oleh petugas bea Cukai. Sebenarnya, apa yang terjadi pada pelayanan publik di tanah air?
Baca lebih lajut »
Danone Masuk Fortune Indonesia Change The World 2023Danone Indonesia masuk dalam daftar 30 perusahaan peraih penghargaan Fortune Indonesia Change The World 2023.
Baca lebih lajut »