Prof Tjandra Yoga mengingatkan bahwa Tuberkulosis dibacanya TB bukan TBC
Liputan6.com, Jakarta - Mantan Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia , Prof Tjandra Yoga Aditama meluruskan perihal 'salah kaprah' di masyarakat mengenai Tuberkulosis.
Tjandra, mengatakan, disebabkan tidak ada huruf 'C' di penyakit Tuberkulosis, sehingga singkatan yang tepat adalah TB, bukan TB. "Artinya, penyakit TB sudah berumur 141 tahun, jauh lebih lama dari COVID-19 yang baru sekitar tiga tahun," katanya. Dari jumlah kasus tersebut, Tjandra Yoga mengatakan bahwa belum semua ditemukan, belum semua diobati, dan disembuhkan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Eliminasi Tuberculosis 2030TUBERKULOSIS (TBC) merupakan penyakit menular dan menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Global TBC report tahun 2022 melaporkan, Indonesia berada pada peringkat kedua negara dengan beban TBC terbanyak di dunia setelah India dan perkiraan kasus sebanyak 969.000 kasus baru TBC. Angka kejadian TBC s
Baca lebih lajut »
Aplikasi TOMO UGM Bantu Tangani Pasien Tuberkulosis Resisten Obat |Republika OnlineTerdapat dua aplikasi TOMO yang dikembangkan.
Baca lebih lajut »
UGM Bikin Aplikasi Penanganan Pasien Tuberkulosis Resisten ObatPusat Kedokteran Tropis Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan sebuah aplikasi untuk mendukung penanganan pasien tuberkulosis resisten obat.
Baca lebih lajut »
Tuberkulosis Bisa Dihapuskan dengan Mengendalikan TB Laten'Indonesia tidak akan berhasil mengatasi TB jika tidak mengendalikan TB laten,' kata Ketua Yayasan Stop TB Partnership Indonesia (STPI) Nurul Luntungan.
Baca lebih lajut »
Asal-usul Hari Tuberkulosis Sedunia Diperingati Tiap Tahun pada 24 MaretOrganisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menetapkan Hari Tuberkulosis Sedunia dimulai sejak tahun 1982
Baca lebih lajut »
Kemenkes Lacak Orang Bergejala TB Langsung ke Rumah-RumahPenemuan kasus tuberkulosis (TB) dengan aktif melacak orang bergejala TB ke rumah-rumah.
Baca lebih lajut »