Inflasi tahunan diproyeksi relatif tinggi atau di atas kisaran target 2-4 persen.
"Pengeluaran pemerintah diperkirakan pulih dari kontraksi di kuartal IV 2022 menjadi membukukan pertumbuhan di kuartal I 2023 karena belanja material meningkat tajam,"imbuhnya.di kuartal I 2023 juga diperkirakan akan tumbuh datar dari kuartal IV 2022, sebagian besar ditopang oleh investasi nonbangunandaninfrastruktur, tapi investasi gedung danstruktur juga sudah tampak mulai membaik.
"Kami perkirakan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 akan bergeser dari sektor eksternal ke sektor domestik. Kegiatan ekspor terlihat melemah seiring dengan perlambatan ekonomi global yang dipimpin oleh AS dan Eropa, tapi pembukaan kembali ekonomi China dapat mendukung permintaan eksternal,"katanya.
Pengeluaran pemerintah yang mengalami kontraksi di tahun 2022 di tengah penurunan realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional, diperkirakan akan kembali tumbuh di tahun 2023.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Tingkat Inflasi Lebaran Tahun Ini Lebih Rendah Dibanding Tahun LaluRamadan dan Idulfitri umumnya ditandai dengan peningkatan daya beli masyarakat. Alhasil, harga komoditas, terutama pangan, biasanya akan mengalami inflasi saat momen tersebut tiba Pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di 90 kota menunjukkan bahwa tingkat inflasi bulanan pada April lalu adalah 0,33 persen, naik dari 0,18 persen pada Maret lalu. Sedangkan inflasi tahunan mencapai 4,33 persen, menurun dari 4,97 persen di bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun 2022, tingkat inflasi yang terjadi pada tahun ini masih lebih rendah, jika diukur dengan tingkat inflasi bulanan. Saat itu, tepatnya bulan Mei, tingkat inflasi bulanan adalah 0,40 persen. “Lebaran memang berpengaruh terhadap peningkatan permintaan barang dan jasa dan perubahan harga di konsumen. Tetapi kali ini lebih rendah dibandingkan Lebaran 2023,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers virtual pada Selasa, 2 Mei 2023. Inflasi yang lebih rendah pada momen Lebaran tahun ini disebabkan penurunan andil inflasi dari kelompok pangan. Pada April lalu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi andil inflasi sebesar 0,09 persen, sedangkan pada Mei 2022 andilnya mencapai 0,20 persen. Hal ini sejalan dengan penjelasan Margo. Ia mengatakan bahwa pasokan komoditas hortikultura tahun ini relatif terjaga karena ditopang oleh aktivitas panen sepanjang Maret sampai April 2023. Hal ini tercermin dari deflasi cabai merah dan cabai rawit yang meredam tingkat inflasi umum. Kemudian, kenaikan beberapa komoditas pangan pada April 2023 relatif lebih rendah dibandingkan momen Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Sumbangan terbesar pada inflasi Lebaran tahun ini berasal dari kelompok transportasi, yakni sebesar 0,11 persen. Kenaikan inflasi kelompok transportasi merupakan konsekuensi dari mobilitas mudik masyarakat yang membludak untuk menyambut Lebaran.
Baca lebih lajut »
Inflasi Masih Tinggi, IMF Ingatkan Bank Sentral Tetap HawkishIMF mengatakan bahwa ekspektasi inflasi menjauh dari target inflasi bank sentral.
Baca lebih lajut »
Bank Indonesia Bongkar Kunci Sukses Kendali Inflasi Ramadan dan Lebaran 2023Bank Indonesia (BI) meyakini, inflasi April 2023 tetap terkendali di tengah periode Ramadan dan Lebaran 2023.
Baca lebih lajut »
Jokowi Undang 6 Ketum Parpol ke Istana, Prabowo: Kami Bahas Masa Depan Ekonomi IndonesiaPresiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang enam Ketua Umum Partai Politik (Ketum Parpol) Koalisi Pemerintah ke Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (2/5/2023) mala
Baca lebih lajut »
Fundamental Ekonomi Membaik, Investor Asing Bergairah Masuk Pasar IndonesiaMengalirnya dana asing ke pasar saham dan obligasi Indonesia disebabkan oleh membaiknya fundamental ekonomi domestik dan moncernya kinerja emiten big cap.
Baca lebih lajut »