Fintech urun dana menawarkan return yang menarik bagi investor.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom Institute for Development of Economic and Finance Bhima Yudhistira menilai, keberadaan teknologi finansial layanan urun dana atau fintech equity crowdfunding akan semakin banyak di Indonesia. Jumlah pemain kian banyak dan menawarkan return yang menarik bagi investor.
Baca Juga Bhima menjelaskan, tren tersebut didasari atas banyaknya perusahaan rintisan dan Usaha Kecil Menengah yang membutuhkan pembiayaan alternatif selain perbankan. Mengutip data dari Start Up Ranking , setidaknya ada 2.100 unit usaha startup beroperasi di Indonesia sampai saat ini. Tapi, Bhima menekankan, calon investor yang ingin memasukkan dana ke fintech ECF tetap harus berhati-hati. Salah satu poin yang perlu diperhatikan adalah mengecek proposal secara detail."Termasuk pembahasan mengenai bisnis model dan kesesuaian antara risiko dengan keuntungan," tuturnya.
Tidak kalah penting, Bhima menjelaskan, calon investor harus membaca secara detail mengenai regulasi atau ketentuan di masing-masing perusahaan ECF. Di antaranya, bagaimana perjanjian investasi, pengembalian dana sampai dengan regulasi apabila terjadi dispute atau perselisihan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ekonom: APBN Tak Dipersiapkan untuk Menghadapi Resesi DuniaResesi ekonomi dunia akan mengancam perekonomian Indonesia, khususnya di level usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) APBN
Baca lebih lajut »
Ekonom: APBN Tak Disiapkan untuk Hadapi Resesi Ekonomi DuniaResesi ekonomi dunia akan mengancam perekonomian Indonesia, khususnya di level Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Resesi...
Baca lebih lajut »
Mahfud Md Sebut Usus Wiranto Kena Tusukan'Iya memang itu (usus) terkena, lalu dipotong terus disambung, terus selesai,' ujar Mahfud Md. PenusukanWiranto WirantoDitusuk
Baca lebih lajut »
Ekonom: APBN Tak Disiapkan untuk Hadapi Resesi Ekonomi DuniaResesi ekonomi dunia akan mengancam perekonomian Indonesia, khususnya di level Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Resesi...
Baca lebih lajut »