Ekonom dari CORE Indonesia Hendri Saparini mengatakan pertumbuhan ekonomi, inflasi dan suku bunga bukan indikator utama dalam pembangunan.
Liputan6.com, Jakarta - Sebab tiga hal tersebut hanyalah targetan angka yang menjadi patokan pemerintah dalam pembangunan.
"Kalau sekarang ini tumbuh di 5 persen menuju 4 persen, tidak mungkin kita yang sedang membangun tapi trend pembangunannya seperti ini," kata dia Menurut perhitungannya, pemerintah saat ini telah membelanjakan uang negara hingga Rp 1.000 triliun. Dia pun menargetkan pemerintah bisa menyerap Rp 700 triliun pada sisa kuartal 3 tahun ini, dan sisa Rp 1.000 triliun pada kuartal 4.
"Year to date, rencana pertumbuhan kita prediksinya sampai di akhir Desember kita mudah-mudahan bisa di atas 0 atau 0,25 persen," dia menambahkan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ekonom Sebut Baru 19 Persen UMKM yang Digandeng Perusahaan BesarDi masa krisis seperti ini UMKM menjadi tulang punggung penyelamatan sektor ekonomi.
Baca lebih lajut »
5 Hal yang Sebaiknya Disiapkan Masyarakat Saat Resesi Menurut EkonomDirektur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan masyarakat bisa menyiapkan lima hal bila Indonesia masuk ke jurang resesi.
Baca lebih lajut »
Menko Luhut: Pembangunan Infrastruktur Krusial bagi Pertumbuhan EkonomiStudi LPEM FEUI menyebutkan, kenaikan stok jalan sebesar 1% akan menumbuhkan ekonomi sebesar 8,8%.
Baca lebih lajut »
Luhut Sebut Transportasi Darat Jadi Kunci Pertumbuhan EkonomiTransportasi darat menjadi elemen penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional.
Baca lebih lajut »
Dibantu Pemerintah, PDB Sektor Pertanian Tumbuh di Tengah Pandemi Covid-19PDB sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2020 SektorPertanian
Baca lebih lajut »
Ekonomi RI Bisa Tumbuh 0,25 Persen di Akhir 2020, Ini SyaratnyaMenko Airlangga Hartarto memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa naik hingga 0,25 persen pada akhir 2020.
Baca lebih lajut »