Meski belum dapat mendorong tingkat konsumsi masyarakat, pembukaan mal secara terbatas di fase transisi diyakini dapat sedikit...
Dia melanjutkan, pembukaan mal bukan ditujukan untuk meningkatkan daya beli dan konsumsi rumah tangga. Pasaknya yang kena pemutusan hubungan kerja tidak otomatis mendapatkan tambahan pendapatan dari dibukanya mal.""Mereka tetap kehilangan daya beli," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Indef Bhima Yudistira menilai peningkatan konsumsi belum dapat terjadi karena masih khawatir penyebaran virus. Di sisi lain, daya beli masyarakat juga sedang lesu."Karena yang main ke mal bisa jadi justru sekedar untuk rekreasi tapi tidak melakukan pembelian yang signifikan," ujarnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
IHSG Berpotensi Menguat Didorong Pembukaan Aktivitas EkonomiPenguatan IHSG ditopang oleh pembukaan kembali aktivitas ekonomi di beberapa sektor.
Baca lebih lajut »
Dibuka 15 Juni 2020, Jam Operasional Mal Jadi Lebih PendekPembukaan mal atau pusat perbelanjaan juga dipastikan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Baca lebih lajut »
Tetap Aman dan Produktif di MalPembukaan mal besok harus dibarengi dengan tanggung jawab bersama dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.
Baca lebih lajut »
Apakah Sekarang RI Krisis Seperti 1998? Ini Jawab Drajad |Republika OnlineDrajad menilai negara yang tak bisa kendalikan pandemi maka akan memperburuk ekonomi.
Baca lebih lajut »
Pengaruh RUU Cipta Kerja bagi Pertumbuhan Ekonomi |Republika OnlineRUU CIpta Kerja dinilai bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca lebih lajut »
80 Mal Dibuka Besok, Jangan Lupa Terapkan Protokol Kesehatan : Okezone Economy80 pusat perbelanjaan atau mal di DKI Jakarta akan dibuka besok Jam operasional pun terbatas dari pukul 1100 WIB hingga 2000 WIB - Sektor Riil - okezone economy
Baca lebih lajut »