Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudistira berbicara soal peleburan dua kementerian koordinator reshufflekabinet
jpnn.com, JAKARTA - setelah muncul video Presiden Joko Widodo yang membawa narasi resuffle kabinet. Dia pun menilai Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang dipimpin Luhut Binsar Panjaitan dan Kementerian Bidang Perekonomian yang dipimpin Airlangga Hartarto sebaiknya dileburkan menjadi satu. "Kalau kementerian, Kemenko Maritim dan Investasi, sebaiknya dilebur ke Kemenko Perekonomian.
Dari sisi Kemnko Marves, kata dia, institusi ini sudah salah sejak pembentukannya. Pasalnya, Kemenko Marves membawahi Badan Koordinasi Penanaman Modal . "Ini kinerja sudah offside. Banyak urusan di luar urusan investasi maritim yang diurusin juga, sehingga ini menjadi persepsi yang, oh ini ada menteri di atas menteri.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Berimplikasi ke Dunia Usaha, Ekonom INDEF: Urusan Resuffle Jangan Dibuat MengambangEkomon dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudistira menunggu keseriusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan reshuffle. reshufflekabinet
Baca lebih lajut »
Indef: Isu Reshuffle Bisa Ganggu InvestasiSebab, investor membutuhkan kepastian agar usaha berjalan kondusif. Jika kabinet dirombak, maka kebijakan sektoral berpotensi berubah.
Baca lebih lajut »
Indef Bilang Tidak Masalah DPR Minta CSR ke BUMNIndef: Tidak Masalah DPR Minta CSR ke BUMN. Didik menilai tidak masalah jika anggota dewan meminta CSR dengan catatan harus untuk daerahnya, Misalnya pembangunan jalan atau pembangunan lainnya.
Baca lebih lajut »
Indef: Perlu Insentif untuk Dukung Industri Pangan Lokal |Republika OnlineInsentif dibutuhkan agar petani mau menghasilkan produk pangan non beras.
Baca lebih lajut »
Ekonom M Chatib Basri: Fokuskan Stimulus Fiskal ke Sektor Kesehatan - Tribunnews.comSaat ini perbankan masih enggan salurkan pinjaman baru karena credit trust yang rendah ke sektor riil
Baca lebih lajut »
Ekonom: Rupiah Cenderung Mengalami PenurunanJosua Pardede mengatakan rupiah cenderung mengalami tren pelemahan terhadap dolar AS dalam kurun dua pekan terakhir dimana saat ini diperdagangkan di level 14.400-14.550.
Baca lebih lajut »