Duterte menekankan vaksin menjadi kunci untuk memerangi pandemi Covid-19.
IHRAM.CO.ID, MANILA -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengkritik rencana negara kaya soal pemberian vaksin penguat/booster vaksin Covid-19 di saat negara berpendapatan rendah masih berjuang mendapatkan pasokan.
Baca Juga Duterte mengatakan negara-negara miskin dilanda kekeringan vaksin yang disebabkan manusia. Duterte menyampaikan hal tersebut dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB ke-76, Senin lalu.sumber : Anadolu AgencyBACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Klaster Covid-19 di SDN Klender 03, Disdik DKI:Tak Ada Lagi Kasus Covid-19 BaruDisdik DKI menyebut sudah ada tracing terhadap siswa dan guru di SDN Klender 03 setelah temuan klaster Covid-19, dan hanya ada dua kasus Covid-19.
Baca lebih lajut »
4,2 Juta Kasus Covid-19 dan Pentingnya Kemunculan Klaster Covid-19 di Sekolah Mendapat PerhatianMunculnya klaster penularan Covid-19 di sekolah diharapkan dapat menjadi evaluasi, untuk penerapan PTM yang lebih aman ke depan.
Baca lebih lajut »
PAHO Pilih Argentina dan Brasil untuk Kembangkan Vaksin Covid-19Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) memilih Argentina dan Brasil untuk mengembangkan vaksin Covid-19.
Baca lebih lajut »
Anies Baswedan Apresiasi Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19Menurut Anies Baswedan, pada 10 Juli 2021, pemakaman dengan prosedur COVID-19 pernah mencapai 407 jenazah dan kasus aktif mencapai 113
Baca lebih lajut »
PPKM Level 2, Kota Tual Maluku Genjot Vaksinasi Covid-19Wali Kota Tual Adam Rahayaan mempercepat vaksinasi Covid-19 bekerja sama dengan PMI dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC).
Baca lebih lajut »
Peneliti Kelelawar Kamboja Lacak Asal-usul Virus Covid-19Peneliti kelelawar Kamboja meneliti lagi sampel yang mirip virus corona penyebab Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk melacak asal usul Covid-19.
Baca lebih lajut »