Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengajak dunia usaha dan industri untuk mengembangkan sektor pendidikan agar bisa ...
Jadi kita bisa berbagi resource untuk MSDM kita, berbagi resource untuk kepakaran kita, dan berbagi resource tentang peralatan Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengajak dunia usaha dan industri untuk mengembangkan sektor pendidikan agar bisa meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia.
pendidikan," kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Kiki Yulianti dalam seminar bertajuk kolaborasi Nasional menuju Indonesia Kompeten 2030 yang digelar di aula BPJS Kesehatan, Jakarta, Sabtu. Kemendikbudristek menawarkan kepada dunia usaha dan industri untuk mengambil alih sekolah-sekolah yang kini dikelola oleh pemerintah. Kiki menjelaskan ketimbang dunia usaha dan industri membangun sekolah baru atau kampus baru lebih baik masuk ke sekolah-sekolah milik pemerintah, lalu membentuk SDM bersama para akademisi di dalamnya untuk menghasilkan SDM yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri. Dengan demikian, lanjutnya, dunia usaha dan industri tidak perlu lagi memikirkan akreditasi dan mencari tenaga pendidik karena itu adalah urusan pemerintah, termasuk membangun gedung. Sedangkan, pemerintah tidak perlu lagi memikirkan kurikulum pendidikan harus bagaimana dan para praktisi mengajarnya di mana."Para begawan MSDM kami mohon bantuan untuk memberi inspirasi di kelas-kelas kami dan di ruang-ruang kuliah kami," kata Kiki. Sebagai seorang akademisi, Kiki mengungkapkan ada beberapa hal yang tidak dimiliki oleh para akademisi meski punya gelar. Pertama, akademisi tidak punya pengalaman praktis tentang itu, mereka tahu teori tetapi tidak tahu kenyataan. Kedua, akademisi belum tentu mampu menginspirasi. Menurut Kiki, mahasiswa yang kuliah seringkali memilih jurusan atas dasar profesi orang tua atau tetangga, misalnya ayahnya pengusaha ikan, maka anaknya kuliah jurusan perikanan. Apabila dunia usaha dan industri masuk ke ruang-ruang kelas pemerintah, maka mereka bisa menginspirasi para siswa dan mahasiswa tentang berbagai profesi yang menarik di luar sana.Baca juga:Ia mengatakan pemerintah juga memiliki para pakar yang mumpuni, sehingga dunia usaha dan industri tidak perlu membuat program penelitian dan pengembangan sendiri. Dengan aset laboratorium dan pakar, maka dunia usaha dan industri dapat menyelesaikan tantangan dan persoalan yang dihadapi oleh perusahaan.. Setiap uang yang keluar dari dunia usaha akan diberi Rp1 yang sama dari Kementerian. Kalau untuk menyelesaikan suatu persoalan industri butuh Rp100, kata dia, maka dari dunia usaha cukup Rp50 dan pemerintah Rp50, lalu semua hasilnya untuk dunia usaha dan industri. Pemerintah ingin para siswa dan mahasiswa untuk belajar langsung ke dalam dunia usaha dan industri agar menambah bekal pengalaman dan pengetahuan. Ketika pendidikan mereka selesai, maka mereka siap menghadapi tantangan pekerjaan. "Kami hanya titip sedikit. Titipnya adalah tolong beri kesempatan mahasiswa kami ikut belajar dalam proses penyelesaian persoalan. Karena ini yang kita perlukan, anak-anak kita lebih juga tahu kenyataan bukan hanya teori," ujar Kiki.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kemendikbudristek: Pemajuan kebudayaan berdampak pada ekonomiKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengatakan ada korelasi antara pemajuan kebudayaan dengan peningkatan ...
Baca lebih lajut »
Hadir di Festival Film Busan, BMK Kemendikbudristek Kenalkan Indonesiana.TV ke Pasar Konten AsiaKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), melalui Balai Media Kebudayaan (BMK), mendorong pustaka konten kebudayaan Indonesiana.TV agar mampu menembus pasar dunia.
Baca lebih lajut »
BMK Kemendikbudristek Fasilitasi Para Sineas dan Kreator Film di Busan Film Festival 2023Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), melalui Balai Media Kebudayaan (BMK), mendorong pustaka konten kebudayaa
Baca lebih lajut »
Kemendikbudristek tekankan prinsip gotong royong tangani kekerasanKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menekankan prinsip gotong royong guna mengimplementasikan Pencegahan dan ...
Baca lebih lajut »
Buku bacaan bermutu tingkatkan kompetensi literasi anakKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengatakan pemanfaatan buku bacaan bermutu dapat meningkatkan kompetensi literasi ...
Baca lebih lajut »
Hak pendidikan penghayat kepercayaan sudah diatur dalam regulasiPusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengatakan hak pendidikan bagi penghayat ...
Baca lebih lajut »




