Program food estate atau lumbung pangan di lahan rawa Kalimantan Tengah mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kementan
jpnn.com, JAKARTA - Program food estate atau lumbung pangan baru di lahan rawa Kalimantan Tengah mendapat dukungan dari berbagai pihak. Program tersebut dinilai mampu mengatasi kemungkinan adanya krisis pangan dan memenuhi ketersediaan kebutuhan Nasional. Peneliti Lembaga Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia Riyanto mengatakan bahwa program tersebut adalah program percontohan yang bisa diterapkan di seluruh Indonesia.
Studi dampak lingkungan dan sosial penting dilakukan, disamping benefit dan costnya secara ekonomi," kata Riyanto, Sabtu . Dia mengatakan, program ini sebaiknya juga melibatkan masyarakat lokal yang didukung penuh oleh Badan Usaha Milik Negera sebagai fasilitator. Langkah ini penting dilakukan agar program food estate benar-benar dirasakan langsung masyarakat sekitar.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Akademisi Unlam-UGM Dukung Pengembangan|em| Food Estate|/em| Kalteng |Republika OnlinePengembangan food estate merupakan program tepat guna yang harus didukung
Baca lebih lajut »
|em|Food Estate |/em|Dinilai Bisa Diterapkan di Seluruh Indonesia |Republika OnlineFood estate dinilai mampu mengatasi kemungkinan adanya krisis pangan
Baca lebih lajut »
59 Karyawan PT Food Station Terima Kartu Pekerja Bank DKI |Republika OnlinePT Food Station menilai kartu pekerja bisa menekan pengeluaran karyawan
Baca lebih lajut »
59 Karyawan Food Station Terima Kartu Pekerja Jakarta dari Bank DKIPekerja yang menerima kartu tersebut adalah karyawan PT Food Station Tjipinang Jaya yang sesuai dengan kriteria.
Baca lebih lajut »
Rektor IPB: |em|Food Waste|/em| Indonesia Tertinggi Kedua di Dunia |Republika OnlineKunci menyelamatkan pertanian adalah memberikan stimulus kepada petani.
Baca lebih lajut »
Data Kesehatan Rawan Bocor Ketimbang Perbankan, Ini PenyebabnyaLaporan Tren Micro mengungkap data sektor kesehatan paling banyak dilaporkan mengalami kebocoran, disusul kemudian data untuk sektor pemerintahan dan retail.
Baca lebih lajut »