Sempat ramai warga di beberapa daerah menolak jalani rapid test oleh tenaga medis. dr Reisa Broto Asmoro pun menjelaskan kenapa rapid test tak perlu ditakuti. viruscorona Via detikHealth
oleh tenaga medis. Sebagian beralasan takut mendapat hasil positif sehingga dipaksa harus menjalani karantina., menjelaskan sebetulnya masyarakat tak perlu takut menjalani rapid test. Tindakan ini hanya untuk screening atau deteksi dini."Jangan salah paham, rapid test apabila dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih dan menggunakan standar operasional yang diyakini tenaga medis tidak berbahaya," kata dr Reisa dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Sabtu .
Menurut dr Reisa, rapid test penting karena membantu mengidentifikasi kemungkinan adanya orang tanpa gejala di tengah masyarakat yang tidak disadari. Tenaga medis sudah melakukan penilaian kelompok mana saja yang berisiko tinggi sehingga dirasa perlu menjalani rapid test. "Mereka harus melindungi orang lain. Kalau tidak ditanggulangi maka bisa menulari orang lain. Orang seperti ini bisa diisolasi mandiri di rumah atau fasilitas lain," pungkasnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ini Kata Dokter Reisa soal Rapid Test dan PCRReisa Broto Asmoro menyebut 'rapid test' dan tes PCR adalah dua hal yang berbeda dan masyarakat perlu memahami.
Baca lebih lajut »
Reisa: Tidak Semua Kerumunan Jadi Sasaran Rapid Test Covid-19Tes cepat Covid-19 tidak harus menyasar di semua kerumunan yang terjadi.
Baca lebih lajut »
Dokter Reisa: Rapid Test tidak Sama Dengan Karantina'Jangan takut untuk beraktivitas selama menjalankan protokol kesehatan, apabila hasil rapid test tidak reaktif,' sebut Reisa.
Baca lebih lajut »
Gugus Tugas Imbau Masyarakat Tak Takut Jalani Rapid TestSejumlah masyarakat justru takut untuk melakukan rapid test. Bahkan, di beberapa daerah terjadi penolakan pelaksanaan rapid...
Baca lebih lajut »
Orang yang Lintasi Kawasan Puncak Digiring untuk Jalani Rapid TestSemua kendaraan yang datang dari Bogor menuju Cianjur digiring masuk ke check point, untuk kemudian para penumpangnya diarahkan menjalani rapid test.
Baca lebih lajut »
Deteksi Penyebaran Covid-19, 2.000 Wisatawan ke Puncak Jalani Rapid TestPemprov Jabar dan Pemkab Bogor mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lokasi wisata Puncak dengan melakukan rapid test kepada 2.000 wisatawan luar Bogor.
Baca lebih lajut »