Ketua DPR Puan Maharani menyatakan pihaknya sedang memperjuangkan RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA).
“Di DPR RI kami sedang memperjuangkan UU Kesejahteraan ibu dan anak. Yang mana nantinya ibu melahirkan itu cutinya itu insyaallah dari 3 bulan jadi 6 bulan,” ujar Puan saat pembukaan Gebyar Inovasi Pelayanan Kesehatan Rakyat yang dilaksanakan dalam rangka Bulan Bung Karno 2022 di Gedung Sekolah PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu .
Puan yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan mengatakan teknis pembuatan RUU itu akan dikomunikasikan lebih lanjut di DPR. Yang jelas, hal itu akan dibahas antara DPR dan Pemerintah. Menurut Puan, pihaknya memperjuangkan RUU itu karena melihat pentingnya kedekatan ibu dan anak sesudah dilahirkan.“Cuti 3 bulan memang cukup, tetapi kalau bisa 6 bulan, kenapa tidak. Dan 3 bulan selanjutnya, apakah nanti itu WFH, tetap bekerja, tapi bersama bayinya.
Dengan RUU itu, Puan mengatakan pihaknya juga menyasar peran ayah dalam mengurus serta membesarkan anak lebih diberikan. Para ibu juga akan bisa bekerja sembari mengurus anaknya. “Jadi kita dukung ya itu semua,” kata Puan. Sementara Kepala BKKBN yang hadir di acara itu, Hasto Wardoyo, menyatakan pemerintah berterima kasih kepada PDIP yang selalu memberikan perhatian yang luar biasa terhadap penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak. Khususnya oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sebut DPR Tengah Perjuangkan RUU KIA, Puan Maharani: Ibu Melahirkan Bisa Cuti 6 BulanPuan melihat rancangan undang-undang itu perlu diperjuangkan.
Baca lebih lajut »
Puan Maharani Sebut DPR Akan Bahas RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak, Cuti Melahirkan 6 Bulan? - Tribunnews.comMenurut Puan, pihaknya memperjuangkan RUU itu karena melihat pentingnya kedekatan ibu dan anak sesudah dilahirkan.Termasuk bahasan cuti hamil.
Baca lebih lajut »
Soal RUU KIA yang Atur 6 Bulan Cuti Melahirkan, Pengusaha Wanti-wanti Hal IniAPINDO meminta DPR dan pemerintah menggunakan studi yang komprehensif. Artinya, memikirkan dampak baik dan buruknya termasuk untuk pekerja perempuan dan perusahaan.
Baca lebih lajut »
Pemilu 2024, Partai Perindo Incar 23 Kursi DPRPartai Persatuan Indonesia (Perindo) menunjukkan optimismenya untuk bisa lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold) pada Pemilu 2024. Partai Persatuan...
Baca lebih lajut »
DPR Apresiasi Jaksa Agung Berani Bongkar Kasus BesarAnggota Komisi III DPR I Wayan Sudirta mengapresiasi langkah berani Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam membongkar kasus-kasus besar.
Baca lebih lajut »