Dokter Reisa Broto Asmoro menyadari, ini semua butuh waktu, kesabaran dan ketekunan. DokterReisa
jpnn.com, JAKARTA - Dokter Reisa Broto Asmoro mengungkapkan tantangan terbesar yang dia hadapi bersama rekan-rekannya di Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.
Baca Juga: Terlebih, lanjut Reisa, Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan keberagaman yang heterogen yang tentu akan mendapat respons yang berbeda-beda pula dari masyarakat. "Mungkin kalau kita mengedukasi tidak semua orang begitu diedukasi langsung mengerti, langsung menerapkan, butuh waktu, butuh kesabaran dan ketekunan untuk kami harus selalu mengingatkan kembali," kata runner up Puteri Indonesia 2010 itu.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Dokter Reisa: Masih Ada yang Belum Disiplin Hidup Bersih di Masa Pandemi Covid-19Reisa mengajak semua pihak untuk cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan disiplin sebagai adaptasi kebiasaan baru.
Baca lebih lajut »
Dokter Reisa: Jaga Jarak Mampu Tekan Potensi Penularan Covid-19 Lebih 50 PersenJaga jarak ini, kata Reisa juga demi mencegah penyebaran virus secara masif di masyarakat.
Baca lebih lajut »
Dokter Reisa: Tahan Diri, tak Perlu Jenguk Orang Sakit |Republika OnlineDokter Reisa juga mengingatkan agar tak pegang anak kecil yang bukan anaknya.
Baca lebih lajut »
30 Menit - Cerita Dokter Reisa yang gemas pada perilaku tidak disiplin masyarakat - ANTARA TVANTARA - Bergabung menjadi bagian dari Tim Komunikasi Gugus Tugas COVID-19, Reisa Broto Asmoro yang dikenal sebagai dokter cantik yang rajin membagikan edukasi ...
Baca lebih lajut »
Dokter Reisa Ungkap Cara Jepang dan China Taipei Tangani COVID-19 Tanpa LockdownTim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro mengungkapkan sejumlah negara...
Baca lebih lajut »
Reisa: Saya Jarang Memperhatikan Komentar |em|Nyinyir|/em| |Republika OnlineDoker Reisa menaggapi komentar pro-kontra dirinya masuk tim Gugus Tugas Covid-19.
Baca lebih lajut »