Pasien Covid-19 dengan status pelajar dan mahasiswa menembus angka lebih dari 200 orang di setiap kota administrasi DKI Jakarta.
TEMPO.CO, Jakarta - Pelajar dan mahasiswa menjadi pasien tertinggi yang terjangkit Covid-19 berdasarkan kategori wilayah di DKI Jakarta. Hal itu terlihat dari data evaluasi Dinas Kesehatan DKI per 12 Agustus 2020, yang diterima Tempo.Pasien dengan status pelajar dan mahasiswa itu menembus angka lebih dari 200 orang di setiap kota administrasi DKI Jakarta. Adapun total kajian berdasarkan sampel data dari 4.089 pasien Covid-19 di Ibu Kota.
Sedangkan distribusi pekerjaan pasien positif Covid-19 di DKI terbanyak ada orang yang berstatus belum/tidak bekerja 1.446 orang, pelajar dan mahasiswa , tenaga kesehatan , karyawan swasta , perdagangan , PNS , pekerja migran anak buah kapal , dan lain-lain .Distribusi pekerjaan lainnya adalah karyawan BUMN , wiraswasta , petugas kebersihan , TNI/Polri , karyawan BUMD , driver/ojek , pemuka agama , satuan pengamanan , buruh , pembantu rumah tangga , dosen/guru dan narapidana .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Rasio Pasien Positif Covid-19 DKI Jakarta Sentuh 8,6 PersenPersentase pasien positif Covid-19 ini telah melebihi standar World Health Organization (WHO).
Baca lebih lajut »
Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 di RSD Wisma Atlet Capai 8.171 OrangPasien sembuh COVID-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga 13 Agustus 2020 dilaporkan berjumlah...
Baca lebih lajut »
Cerita Pasien Covid-19 Ditolak Tiga Rumah Sakit di JakartaPasien positif corona sempat berkeliling ke sejumlah rumah sakit di Jakarta. Pasien itu ditolak oleh tiga rumah sakit dengan berbagai alasan.
Baca lebih lajut »
Pasien Positif Covid-19 Secapa AD Bandung Tersisa 4 OrangKali ini, ada sebanyak lima pasien yang dinyatakan sembuh atau negatif.
Baca lebih lajut »
Pasien Sembuh dari Covid-19 Dilatih Pernapasan |Republika OnlineSenam dilaksanakan bergiliran agar peserta tak menumpuk.
Baca lebih lajut »