Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya memastikan 57 unit feeder telah tiba di Surabaya. Rencananya, operasional dimulai pada Februari mendatang.
Persiapan untuk mengubah angkutan kota lawas menjadi armada yang lebih modern semakin dekat. Sebanyak 57 minivan yang bakal menjadi feeder sudah tiba di Surabaya. Kini semuanya sedang disiapkan, yakni melengkapi mobil tersebut dengan alat pembayaran hingga terintegrasi dengan aplikasi.
Feeder adalah moda transportasi pengumpan. Artinya, dari rute yang ada di area permukiman, penumpang akan diumpan atau dihubungkan dengan angkutan yang beroperasi di jalur utama kota. Dalam hal ini, yang berperan sebagai penerima umpan penumpang itu adalah Suroboyo Bus. Soal kapan feeder dioperasikan, dia menargetkan Februari semua persiapan sudah beres. Tinggal menunggu SK dari wali kota terbit. Dia memastikan tidak akan buru-buru untuk launching feeder sebelum semua persiapan beres. Tujuannya, masyarakat juga tidak kecewa.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Dishub Jelaskan Alasan Bus Listrik Berhenti Beroperasi di Surabaya |Republika OnlineBus listrik Trans Semanggi berhenti beroperasi sejak 1 Januari 2023.
Baca lebih lajut »
Bus Trans Semanggi Mendadak Berhenti Beroperasi, Dishub Surabaya Buka SuaraBus Trans Semanggi Mendadak Berhenti Beroperasi, Dishub Surabaya Buka Suara BusListrikTransSemanggi
Baca lebih lajut »
Berencana Naikkan Tarif Parkir di Tepi Jalan, Dishub Surabaya: Kalau Mau Murah di GedungDinas Perhubungan Kota Surabaya, Jawa Timur mengkaji kenaikan tarif parkir on street atau tepi jalan.
Baca lebih lajut »
Dishub Surabaya Kaji Kenaikan Tarif Parkir Pinggir Jalan |Republika OnlineLangkah ini bertujuan untuk pengendalian kendaraan pribadi.
Baca lebih lajut »
Ditangkap KPK, Lukas Enembe Pernah Disorot soal Dana Otsus Rp 500 T Tanpa HasilSebelum ditangkap KPK, Lukas Enembe pernah disorot berbagai permasalahan, seperti mengenai dana otonom khusus Papua senilai Rp500 triliun tanpa membuahkan hasil.
Baca lebih lajut »