Dirut Pertamina Sebut Penyebab Kebakaran Depo Plumpang dari Pipa Sindonews BukanBeritaBiasa .
bukan dari tanki. Kebakaran Depo Plumpang disebabkan dari pipa penyaluran meski belum dirinci lebih jauh karena masih tahap investigasi.
Meski terjadi ledakan dahsyat, dia mengatakan tangki-tangki dan seluruh instalasi fasilitas yang ada di TBBM Plumpang masih aman alias tidak terbakar. Karena tangki penampung BBM tidak meledak, pasca kebakaran pipa di Depo Plumpang atau pada pukul 04.00 WIB Pertamina kembali mengaktifkan operasional Depo Plumpang. Hanya saja, pipa yang digunakan sebagai suplai bahan bakar berasal dari pipa dari laut.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Di Rapat DPR, Dirut Pertamina Sebut Bisa Relokasi Warga dan Depo PlumpangDirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan ada dua opsi tindak lanjut usai insiden kebakaran Depo Plumpang yang menewaskan puluhan orang.
Baca lebih lajut »
Dirut Transjakarta M Kuncoro Wibowo Mengundurkan Diri |Republika OnlineAnggota DPRD DKI sebut Dirut Transjakarta M Kuncoro Wibowo mengundurkan diri.
Baca lebih lajut »
Dirut Pertamina: insiden kebakaran di Plumpang bukan dari tangki BBMDirektur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan insiden kebakaran di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta Utara, Jumat ...
Baca lebih lajut »
Bos Pertamina Buka-bukaan Sejarah Ada Rumah Warga Dekat Depo BBM PlumpangDirut Pertamina Nicke Widyawati buka-bukaan bisa ada permukiman di dekat Depo BBM Plumpang, Jakarta Utara.
Baca lebih lajut »
Dirut Pertamina: Awal Kebakaran Depo Plumpang Berasal dari Pipa InletDirut Pertamina Nicke Widyawati mengatakan awal kebakaran di depo Plumpang berasal dari pipa inlet. Ia menampik kebakaran bermula dari tangki.
Baca lebih lajut »
Dirut Pertamina soal Korban Kebakaran Depo Plumpang: 23 MeninggalDirut Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan korban jiwa kebakaran depo Plumpang ada 23 orang. Sementara itu sebanyak 23 orang masih menjalani rawat inap.
Baca lebih lajut »