Dirut Jakpro Bantah Anak Perusahaan Kesulitan Finansial TempoMetro
TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin membantaj anak usaha Jakpro dalam kondisi kesulitan keuangan sehingga membebani Jakpro sebagai induk usaha. Iwan menganggap, kondisi korporasi saat ini menjadi tantangan bagi induk usaha agar anak perusahaan Jakpro menjadi lebih baik lagi.'Tantangan bagi kami bagaimana supaya memastikan anak perusahaan itu bisa benar-benar mapan.
BP BUMD DKI Jakarta sedang mengkaji usulan Komisi C DPRD DKI Jakarta agar menggabungkan tujuh anak perusahaan sehingga tidak membebani perusahaan induk.PT Jakarta Propertindo diminta menggabungkan atau merger anak perusahaannya yang dianggap tidak produktif yang sejauh ini dinilai justru membebankan PT Jakpro.Finansial Jakpro belum menunjukkan perbaikanWakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta H Rasyidi mengatakan, finansial Jakpro hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda membaik.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jakkon Anak Perusahaan JakPro Akui Rugi dan Punya UtangManaging Director Jakkon Hani Sumarno mengatakan bahwa perusahaan yang diurusnya minus Rp 34 miliar untuk mengembalikan uang kepada pemegang saham Jakkon.
Baca lebih lajut »
Jakpro ikuti kajian BP BUMD soal penggabungan tujuh anak usahaPT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengikuti hasil kajian yang dilakukan Badan Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta terkait usul penggabungan ...
Baca lebih lajut »
Fasilitas Bermain Anak-anak di Alun-alun Kraksaan Mulai RusakKarena sering digunakan dan kurangnya pemeliharaan, fasilitas ini perlahan rusak. Ini, terlihat di sisi sebelah selatan.
Baca lebih lajut »
Unicef Serukan Perlindungan Anak-anak di Tengah Konflik di Palestina |Republika OnlineAnak-anak menjadi paling terdampak dari serangan Israel di Palestina
Baca lebih lajut »
Potret Anak-anak Anggota Taliban Berbaju MiliterAnak-anak anggota Taliban mengenakan seragam militer sembari memegang senjata plastik berjalan di tengah salju di Kabul, Afghanistan.
Baca lebih lajut »